Ibunda Lady Nayoan Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Prosesi pemakaman ibunda Lady Nayoan, Rima Sania Pontoh, berlangsung haru di Pemakaman Keluarga kawasan Kelapa Dua, Tambun, Bekasi, pada Kamis (27/8/2026) siang. Mendiang mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit kanker ginjal selama tiga tahun, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Suasana duka menyelimuti keluarga serta kerabat yang hadir, termasuk suami Lady, Rendy Kjaernett, serta ketiga anak mereka yakni Noah, Emma, dan Jacob. Prosesi pelepasan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir tersebut dipimpin oleh dua orang pendeta.
Sebelum berpulang, Rima telah menjalani serangkaian perawatan medis intensif untuk memulihkan kesehatannya dari sel kanker yang menggerogoti tubuhnya.
"Ya, sebetulnya dari 2023 kan udah sakit CA (kanker) ginjal. Terus, tapi puji Tuhan harusnya 3 tahun, kemo, radiasi, Mama tuh cukup kuat ya, gitu," kata Lady Nayoan saat ditemui di Tambun, Bekasi, Kamis (27/8/2026).
Lady menceritakan bahwa sang ibu tetap beraktivitas dan bepergian ke berbagai daerah di tengah masa pengobatannya.
"Jadi kalau orang lihat tuh ya kayak orang gak sakit gitu. Rambutnya rontok aja tapi gak botak. Masih bisa jalan-jalan ke mana-mana, dia suka jalan keliling-kelilinglah, ke Batam, ke Singkawang, ke Jogja, ke Bandung sama kakak-kakaknya," tuturnya.
Kondisi kesehatan Rima dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir akibat adanya komplikasi penyebaran sel kanker.
"Tapi per Juni kemarin, CA-nya metastasis ke kandung kemih, CA buli, gitu. Dari situ udah mulai menurun gitu ya," ungkap Lady.
Pihak keluarga memantau perkembangan medis Rima secara berkala sejak penyebaran sel kanker tersebut terdeteksi oleh tim dokter.
"Jadi dari Juni akhir, jadi biasanya itu setelah CA ginjal itu kalau ada yang muncul di kandung kemihnya, memang ada beberapa kali muncul, tapi CA-nya tuh masih turunan dari... jenisnya masih dari ginjal gitu," jelasnya.
Guna menangani infeksi dan masalah pada kandung kemih, almarhumah sempat menjalani prosedur medis TURP untuk mengangkat jaringan bermasalah. Di mata keluarga, almarhumah dikenal sebagai sosok ibu yang tegar dan tidak pernah mengeluhkan rasa sakitnya.
"Orang dengan batu ginjal hampir 30 tahun, karena itu dicek kan batu ginjal yang pertama tahun 2023 itu, umurnya 30 tahunan. Tapi dia gak sakit pinggang, dia gak pernah ngeluh," ujar Lady.
Anak-anak mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi ceria yang senantiasa menjaga suasana hangat di tengah keluarga.
"Saya gak tahu apakah ada yang... mungkin dia gak bilang gitu sama kita gitu. Tapi kalau di depan kita tuh, ya mamaku tuh ceria," katanya.
Kesehatan almarhumah kian memburuk pascaoperasi pada Juni lalu. Sebelum meninggal dunia, Lady bersama Rendy sempat berkonsultasi dengan dokter spesialis ginjal yang menyarankan penanganan intensif terhadap asupan makanan dan pola hidup harian almarhumah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow