I.League Umumkan Hasil Lisensi Klub dan PSM Makassar Lolos Sanksi
I.League resmi mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 di Kantor I.League pada Rabu, 13 Mei 2026, yang meloloskan sejumlah klub nasional setelah melalui evaluasi lima aspek utama.
Evaluasi menyeluruh tersebut meliputi aspek sporting, infrastruktur, personel dan administrasi, legal, serta finansial untuk menentukan kelayakan lisensi klub di tingkat nasional maupun Asia.
Dalam kategori lisensi ACL 2, terdapat delapan klub yang meraih status Granted, yaitu PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.
Keberhasilan PSM Makassar memperoleh lisensi tersebut dipastikan setelah FIFA mencabut sanksi larangan transfer tiga periode yang sebelumnya dijatuhkan pada 9 Maret 2026 dan 20 Maret 2026 akibat sengketa gaji.
Selain itu, delapan klub lain mendapat status Granted with Sanctions untuk kategori ACL 2, yakni Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Untuk kategori lisensi Super League, sebanyak 25 klub dinyatakan Granted, termasuk 16 klub dari kategori ACL 2 ditambah sembilan tim lain seperti PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.
Sementara itu, FC Bekasi City menjadi satu-satunya tim yang meraih status Granted pada kategori lisensi Championship, sedangkan kategori Liga Nusantara meloloskan RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.
Di sisi lain, manajemen Sumsel United menyatakan optimistis dan bersiap mengajukan banding karena hasil tingkat pertama tersebut belum bersifat final.
Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama Erick Yuniman menjelaskan bahwa manajemen akan memanfaatkan masa banding hingga 22 Mei 2026 untuk melengkapi dokumen audit keuangan yang masih kurang.
"Dari lima aspek yang dibutuhkan dalam proses Club Licensing Cycle seperti sporting, infrastruktur, administrasi dan personel, legalitas, hingga kondisi finansial klub. Kita hanya tinggal melengkapi surat dari auditor saja. Mudah-mudahan Senin, 18 Mei 2026 nanti semuanya sudah beres," ungkap Erick Yuniman, Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Pihak manajemen Laskar Juaro menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh standarisasi ini demi peningkatan tata kelola sepak bola.
"Program Club Licensing Cycle sangat baik, karena membuat klub dapat terus melakukan pengembangan di berbagai aspek. Serta mendukung peningkatan kualitas kompetisi sepakbola Indonesia yang lebih baik ke depan," harap Erick Yuniman, Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama.
Otoritas liga menyatakan bahwa proses penilaian ini merupakan langkah krusial untuk membangun iklim kompetisi yang sehat di Indonesia.
“Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepakbola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.
Hingga pengumuman ini dikeluarkan, dilansir dari laman FIFA, PSBS Biak menjadi satu-satunya tim Super League yang masih berstatus terhukum dengan total delapan sengketa terdaftar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow