Indonesia Tolak Pinjaman Rp390 Triliun dari Bank Dunia
Pemerintah Indonesia secara tegas menolak tawaran pinjaman dana darurat senilai US$ 25-30 miliar atau sekitar Rp390-468 triliun dari Bank Dunia dan IMF demi mengamankan kemandirian fiskal nasional nasional di tengah ancaman krisis global.
Langkah penolakan ini diambil oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat pada 13-17 April 2026 silam langsung dari pihak IMF dan Bank Dunia.
Ketika memberikan keterangan di kantornya, Jakarta Pusat pada Selasa (21/4), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan situasi penolakan tersebut di hadapan pimpinan lembaga keuangan internasional.
"US$ 25-30 billion kalau kamu mau pakai boleh, itu dipakai untuk beberapa negara yang butuhkan nanti, katanya. Saya bilang sama ke dia, sekarang saya belum butuh karena saya sendiri punya persediaan hampir US$ 25 miliar untuk negara kita sendiri, jadi aman," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Menurut Purbaya, keputusan tersebut seketika mengubah suasana pertemuan karena lembaga-lembaga keuangan internasional itu kehilangan potensi pendapatan.
"Wah mukanya asem karena dia nggak bisa minjemin duit, nggak bisa dapat bunga tuh mereka tuh," ucap Purbaya, Menteri Keuangan.
Kebijakan penolakan Indonesia ini kontras dengan kondisi global, di mana dokumen internal Bank Dunia per Minggu (24/5/2026) yang dilansir dari Detik Finance mengungkap ada 27 negara yang mengantre instrumen pendanaan krisis.
Konflik Timur Tengah sejak 28 Februari 2026 telah mengganggu rantai pasok global dan memicu lonjakan harga bahan bakar, sehingga negara berkembang seperti Kenya dan Irak terpaksa mengajukan bantuan dana cepat.
Presiden Bank Dunia Ajay Banga bulan lalu menyatakan pihaknya menyiapkan perangkat krisis pembiayaan sekitar US$ 20-25 miliar yang dapat ditingkatkan hingga US$ 60 miliar dalam enam bulan ke depan, dengan target jangka panjang mencapai US$ 100 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow