Industri Galangan Kapal Tertekan oleh Impor Kapal Bekas dan Minimnya Pesanan

Smallest Font
Largest Font

Industri galangan kapal di Indonesia mengalami tekanan akibat sedikitnya pembangunan kapal baru dan tingginya impor kapal bekas dari luar negeri, seperti Jepang dan China, dilansir dari Detik Finance.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPERINDO Anita Puji Utami menyatakan bahwa meskipun ada beberapa pesanan perawatan dan perbaikan, galangan kapal dalam negeri masih harus berjuang keras karena minimnya order pembangunan kapal baru.

"Memang masih ada pekerjaan, untuk perawatan tahunan, perawatan ringan. Tapi, ke depannya kami berharap akan ada pembangunan kapal baru di dalam negeri," ujar Anita.

Sejak pandemi COVID-19 pada 2021, kemunduran industri galangan kapal menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja (PHK). Tenaga kerja utama dan sub kontraktor juga banyak yang dirumahkan karena sepinya pesanan kapal baru.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat INSA Darmansyah Tanamas mengakui pengusaha pelayaran nasional lebih memilih mengimpor kapal bekas karena pembangunan kapal baru di dalam negeri memerlukan biaya besar dan modal sulit diperoleh dari perbankan.

"Kalau bangun baru kan minimal 12 bulan, itu kalau tidak molor. Kami kadang butuh yang 3 bulan sudah siap," ujar Darmansyah.

Kebutuhan kapal yang mendesak membuat pengusaha pelayaran lebih memilih kapal bekas yang siap pakai dalam waktu singkat dibandingkan menunggu pembangunan kapal baru yang memakan waktu lama.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed