Investor Mengubah Hotel Tua Jadi Hunian di Asia Pasifik

Smallest Font
Largest Font

Tren alih fungsi hotel tua menjadi properti hunian kini tengah diminati para investor di kawasan Asia Pasifik. Langkah ini menjadi strategi penambahan nilai aset di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal tetap. Seperti dilansir dari Detikcom, fenomena alih fungsi properti ini sangat bergantung pada karakteristik masing-masing aset.

Perubahan tersebut dinilai sebagai sinyal positif, bukan bentuk pelemahan fundamental pasar perhotelan di kawasan tersebut. Pasar investasi hotel di Asia Pasifik mencatatkan kinerja semester I terkuat dalam tujuh tahun terakhir. Nilai transaksi tembus US$ 6,8 miliar atau setara Rp 296 triliun pada paruh pertama 2026, melonjak 54 persen dibanding periode sama tahun 2025.

"Kinerja operasional hotel yang positif, penyaluran modal yang kuat dari beragam kelompok investor, serta munculnya peluang untuk melakukan reposisi aset menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan pasar investasi hotel Asia Pasifik hingga akhir 2026. Dengan momentum yang lebih kuat dari perkiraan pada semester I 2026, volume investasi hotel di Asia Pasifik diproyeksikan tumbuh 15-20 persen secara tahunan dibandingkan 2025," ujar Julien Nauori, Head of Investment Sales, Asia, JLL Hotels & Hospitality Group.

Jepang memimpin pasar dengan nilai transaksi US$ 1,9 miliar atau Rp 33 triliun, tumbuh 75 persen secara tahunan. Tiongkok menyusul dengan peningkatan transaksi 224 persen menjadi US$ 1,5 miliar atau Rp 26 triliun, sementara Australia mencatat nilai transaksi US$ 901 juta atau Rp 15 triliun. Sektor pariwisata juga mendukung lonjakan modal ini melalui pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional sebesar 3 persen pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tertinggi dialami kawasan Oseania sebesar 9 persen dan Asia Timur sebesar 5 persen.

Kinerja pasar yang solid di tingkat regional turut memberi dampak positif bagi Indonesia. Country Head JLL Indonesia Farazia Basarah menyebutkan adanya peluang investasi signifikan di dalam negeri. "JLL baru-baru ini telah berhasil memfasilitasi konsultasi terkait investasi bersejarah untuk Waldorf Astoria Jakarta, yang dijadwalkan dibuka pada 2027 sebagai bagian dari Autograph Tower di Thamrin Nine," ujar Farazia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed