Israel dan Hezbollah Sepakati Gencatan Senjata Baru di Lebanon
Israel dan kelompok Hezbollah menyetujui pembaruan gencatan senjata pada Jumat, 19 Juni 2026, setelah pertempuran sengit di Lebanon selatan mengancam kelangsungan dialog perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut tercapai setelah serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 47 orang dan melukai 97 lainnya di Lebanon, sementara empat tentara Israel dilaporkan tewas akibat serangan tank oleh Hezbollah. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengonfirmasi komitmen negaranya terhadap penghentian operasi ofensif tersebut melalui pernyataan resmi.
"If Hezbollah honors the agreement and ceases its hostilities, they will be met with quiet," ujar Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat.
Leiter menambahkan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon selatan guna memastikan pembongkaran infrastruktur militer lawan. "We will remain there until that mission is accomplished." kata Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat.
Di pihak lain, perwakilan dari kelompok Hezbollah menyatakan kesiapan mereka untuk mematuhi kesepakatan tersebut dengan syarat tertentu. "We will abide by the ceasefire if Israel abides by it, and we have the right to respond," kata Ibrahim al-Moussawi, Anggota Parlemen Hezbollah.
Ketegangan militer ini sempat menunda putaran pertama negosiasi teknis antara Washington dan Tehran yang sedianya berlangsung di Swiss, setelah pihak Iran meminta jaminan keamanan penuh di Lebanon. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah berkomunikasi dengan pihak Israel untuk mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata ini. "It’s a positive," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga menambahkan sebuah komentar terkait batas waktu negosiasi yang sedang berjalan.
"It’s 60 days, they have to make a deal. Otherwise, we, we will do things that won’t make them happy, but I don’t think it’s going to get to that," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Sementara itu, situasi di Selat Hormuz dilaporkan mulai membaik dengan pembukaan jalur bagi kapal dagang internasional, meskipun otoritas maritim setempat tetap memberlakukan prosedur izin yang ketat untuk mengantisipasi sisa bahaya ranjau.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow