AS Peringatkan Iran Terkait Rencana Israel Bunuh Tim Negosiasi
Pemerintah Amerika Serikat secara tidak langsung memperingatkan Iran mengenai rencana Israel yang hendak membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf di tengah proses perundingan damai pada April 2026.
Kekhawatiran Washington mencuat karena upaya pembunuhan terhadap dua negosiator utama tersebut dinilai dapat menghentikan total proses dialog dan mengobarkan kembali perang di kawasan Timur Tengah. Dilansir dari New York Times, pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump sampai meminta bantuan negara-negara sekutu di Timur Tengah untuk meneruskan peringatan tersebut secara langsung kepada Teheran.
Ancaman nyata terhadap Mohammad Bagher Ghalibaf terdeteksi ketika dirinya dalam penerbangan pulang dari Islamabad setelah bertemu Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April 2026. Pasukan keamanan Iran mendeteksi dua jet tempur Israel memasuki wilayah udara mereka dari arah Irak, sehingga pesawat Ghalibaf terpaksa melakukan pendaratan darurat di Mashhad dan melanjutkan perjalanan darat selama delapan jam ke Teheran.
Sebelum insiden tersebut, pihak Iran sempat menuntut jaminan keamanan dari Washington melalui mediator Pakistan dan Qatar agar delegasi mereka tidak diserang selama pertemuan diplomatik berlangsung. Bahkan, jet tempur Pakistan dikerahkan untuk mengawal pesawat pembawa delegasi Iran dari perbatasan hingga ke Islamabad.
Anggota parlemen Iran Mohsen Zanganeh sempat memberikan tanggapan pascapertemuan di Islamabad mengenai risiko besar yang dihadapi oleh tim utusan negaranya tersebut.
"Hari ini Bapak Ghalibaf dan Bapak Araghchi, serta anggota tim negosiasi lainnya, telah mempertaruhkan nyawa mereka dengan mengetahui risiko keamanan yang sangat besar, dan ini disebut pengorbanan nyata, bukan manuver politik," kata Mohsen Zanganeh.
Pihak Kedutaan Besar Israel di Washington menolak memberikan komentar resmi terkait tuduhan operasi rahasia ini, sementara seorang pejabat AS menegaskan bahwa proses dialog antara Amerika Serikat dan Iran hingga saat ini masih terus berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow