Jakarta Doodle Fest Gelar Pertunjukan Musikal Absurd di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Jakarta Doodle Fest bekerja sama dengan Indonesia Kaya dan Jakarta Art House menggelar pertunjukan Musikal Absurd: Hidup Segan But I'm Not Done pada 4-5 September 2026 di Galeri Ciputra Artpreneur, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pementasan yang terinspirasi dari karya visual ilustrator Sherchle ini mengangkat kisah Vina Panduanidup, seorang pekerja Jakarta berusia 29 tahun yang kehilangan arah hidup dan berdialog dengan makhluk rekaan di alam khayalan.

Co-founder Jakarta Doodle Fest, Christine Laifa, menjelaskan bahwa pihak penyelenggara konsisten mengadaptasi seni visual ke atas panggung pertunjukan sejak awal pembentukannya.

"Musikal Absurd ini terinspirasi dari stiker-stiker yang dibuat Sherchle. Karya ini punya DNA, dan kami dijodohin sama Jakarta Art House, jadikan saja musikal Absurd. Gak expect ternyata versi pertama tahun lalu, yang antre beli tiketnya 4.000 que," kata Christine Laifa.

Panggung musikal tersebut tercatat pertama kali dipentaskan pada November 2025 dan telah digelar sebanyak dua kali sebelum pementasan tahun ini.

Ilustrator Sherchle mengungkapkan rasa terharunya karena karya ilustrasi stiker miliknya dapat dialihwahanakan menjadi sebuah pertunjukan teater musikal.

"Oh bisa ya jadi musikal, rasanya surreal banget. Kaget, senang, terharu. Di kali pertama, rasanya seperti menang undian, di kali kedua rasanya terharu. Gak sangka ternyata sesuka itu ya teman-teman kolaborator dengan karya ini, sampai mau bikin lagi, bahkan diperpanjang durasinya," kata Sherchle.

Pementasan tahun ini mengalami perluasan durasi pementasan menjadi 90 menit dengan pengembangan pada sejumlah karakter, termasuk Christuna Aguillera yang diperankan oleh Ode Waode.

Sejumlah pemeran lain juga kembali mengisi panggung, seperti Made Aurellia sebagai Vina Panduanidup, Pila sebagai Mamah, dan Uyo sebagai Sugeng.

Produser Jakarta Art House, Fadli Hafizan, menambahkan bahwa pertunjukan ini dirancang sebagai tontonan ringan yang membawa pesan relevan bagi masyarakat.

"Musikal ini gak mau terlalu glorify kesedihan. Hidup diketawain aja, dibercandain aja. Tujuannya juga sangat mulia kok, musikal ini buat menghibur dan semoga tersampaikan ke audiens," kata Fadli Hafizan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed