The Jansen Suarakan Isu Kebakaran Hutan di Magnumotion Loudfest 2026

Smallest Font
Largest Font

Grup musik punk asal Bogor, The Jansen, menyuarakan isu kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera saat tampil dalam ajang Magnumotion Loudfest 2026 di Sentul Otopark, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Dalam helatan musik tersebut, The Jansen membagikan panggung bersama jajaran grup musik lintas genre keras dan indie, seperti Seringai, for Revenge, Morfem, Stand Here Alone, The Paps, 510, Threesixty, Cloath, Kraken, Bloomhcrew, serta My Beloved Enemy. Grup band asal Bogor ini membawakan dua lagu dari album kelima mereka yang bertajuk Romantisasi Impulsif, yaitu Jika Hidup Mengharapkan Menjadi Jutawan dan Jika Hidup Hanya Sekadar Berjalan.

Pemain bas The Jansen, Adji, menegaskan bahwa pesan mengenai kondisi di lapangan sengaja diangkat ke atas panggung agar penonton menyadari dampak langsung bencana kebakaran dan asap terhadap kehidupan warga.

"Seperti situasi yang terjadi sekarang ya, di mana Kalimantan sedang terjadi kebakaran hutan yang cukup parah," kata Adji. Ia menyoroti keterkaitan erat antara bencana alam tersebut dengan bahaya gangguan kesehatan yang mengintai kelompok rentan di masyarakat.

"Isu-isu kesehatan ISPA kayak gitu kan sangat berbahaya, apalagi untuk orang tua, anak kecil," ujarnya. Adji mengaku terus menerima laporan langsung dari masyarakat mengenai paparan asap pekat yang mulai mengisolasi kawasan pemukiman penduduk.

"Bahkan ada yang sampai message kami kalau asap tuh sudah sampai ke pemukiman, terus untuk berangkat sekolah tuh sudah terkepung asap," tutur Adji. Panggung festival musik ini dinilai menjadi sarana efektif untuk menggugah rasa kepedulian publik agar bersedia mengulurkan bantuan bagi para korban terdampak. "Ya, dan sengaja kami tampilkan agar mungkin bisa teman-teman yang lain juga tahu kondisinya sekarang seperti apa dan bisa saling bantu juga," kata Adji.

Vokalis The Jansen, Cintarama Bani Satria alias Tata, menyampaikan apresiasinya atas energi penonton yang merespons positif karya-karya terbaru mereka di panggung festival.

"Ya, pastinya seru ya, bergairah gitu. Ditambah saya senang sekali karena teman-teman yang menonton juga antusias mendengarkan single-single kami yang baru," kata Tata. Tata menyebut keberadaan album terbaru Romantisasi Impulsif menjadi penanda konsistensi karya mereka yang berisikan belasan trek lagu. "Ya itu dua lagu dari album kami yang terbaru, 'Romantisasi Impulsif'," ujar Tata.

Ia menilai platform panggung musik harus difungsikan untuk menjangkau serta menyebarkan kabar seputar realitas sosial yang kerap luput dari perhatian media massa.

"Sekarang ini kan ada banyak berita yang tidak terberitakan, jadi ya kami gunakan fasilitas ini untuk berbagi juga deh keadaan sekitar agar bisa tetap saling membantu," ujar Tata. Selain itu, perhelatan Magnumotion Loudfest 2026 dianggap sebagai kesempatan langka lantaran festival bergenre musik keras masih terhitung jarang digelar di kawasan Bogor dan sekitarnya.

"Yang pasti senang sekali bisa bermain di musik festival yang keras ya bisa dibilang, dan itu jarang banget di Bogor maupun kota atau kabupatennya," kata Tata. Pengalaman tampil di acara utama ini melengkapi partisipasi mereka dalam rangkaian acara penjelajah di tiga wilayah perkotaan, yaitu Bogor, Tangerang, dan Jakarta.

"Pastinya musik hari ini, mungkin untuk yang keras dulu ini ya karena kita di Magnumotion, ya makin beragam, makin seru gitu ya, makin banyak bermunculan band-band baru juga," tutur Tata. Menanggapi gempuran band-band baru di skena musik independen, Tata mengaku tidak menyiapkan taktik khusus selain terus berkarya secara konsisten. "Kalau dari kami sendiri, kami enggak pernah punya strategi untuk jalanin ini sih.

Tapi yang pasti yang kami lakukan sejauh ini adalah menulis lagu, rekaman, dan rilis, itu aja sih. Konsisten dalam berkarya," kata Tata.

Tata meyakini bahwa setiap karya musik yang dirilis akan selalu menemukan basis pendengarnya sendiri di masyarakat.

"Pasti sih setiap karya pasti punya takdirnya masing-masing, punya pendengarnya masing-masing juga. Jadi pasti ada, pasti ada, pasti ada," ujar Tata. Peluncuran album kelima ini dipastikan menjadi pijakan baru bagi perjalanan bermusik The Jansen yang sudah menginjak usia satu dekade.

"Oh kami sudah masuk kemarin rilis, baru saja rilis album terbaru kami yang kelima, 'Romantisasi Impulsif'. Dan dua lagu tadi dimainkan, jadi bagian dari album itu. Ada 12 track di dalamnya," kata Tata.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed