80 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah Per 15 Mei 2026
Sekitar 80 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia dilaporkan telah memasuki Kota Makkah pada Jumat, 15 Mei 2026, yang menandai hari ke-25 masa operasional haji. Mobilisasi ini mencapai puncaknya seiring dengan keberangkatan rombongan terakhir jemaah gelombang pertama dari Madinah.
Data operasional menunjukkan sebanyak 267 kloter yang sebelumnya berada di Madinah telah bergerak menuju Makkah. Dari jumlah tersebut, 264 kloter sudah tiba di tujuan, sementara tiga kloter sisa sedang dalam perjalanan setelah berangkat pada Jumat pagi waktu setempat.
"Jika dikalkulasikan dengan seluruh jemaah haji Indonesia, saat ini total sudah ada sekitar 80 persen jemaah haji Indonesia telah berada di Kota Makkah," ujar Mahmud Fauzi, Jurnalis Metro TV.
Tiga kelompok terbang terakhir yang menutup operasional di Madinah adalah kloter 21 Embarkasi Makassar (UPG), kloter 20 Embarkasi Kertajati (KJT), dan kloter 14 Embarkasi Batam (BTH). Sebanyak 1.278 jemaah dari ketiga kloter tersebut melakukan pengambilan miqat di Masjid Dzulaulaifah atau Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan enam jam menuju Makkah.
"Tiga kloter terakhir yang diberangkatkan pagi tadi, yakni kloter ke-21 Embarkasi Makassar, kloter 20 Embarkasi Kertajati, dan juga kloter 14 Embarkasi Batam. Jika tiga kloter terakhir tersebut diberangkatkan pada pukul 07.00 pagi, diestimasikan menempuh perjalanan enam jam perjalanan, maka diagendakan tiga kloter tersebut akan tiba di Makkah pada pukul 13.00 ataupun pukul 14.00 waktu Arab Saudi," kata Fauzi.
Kondisi di Madinah saat ini dilaporkan telah kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama. Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan pemberangkatan hari terakhir berjalan tertib sesuai rencana tanpa kendala krusial di lapangan.
"Alhamdulillah, semua berjalan tertib. Tidak ada persoalan krusial di lapangan. Madinah secara bertahap mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama," ujar Khalilurrahman, Kepala Daker Madinah.
Bagi jemaah yang masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), petugas memastikan pengawasan tetap berjalan. Jemaah yang telah dinyatakan laik jalan oleh tim medis akan segera diantar menuju Makkah dengan pendampingan khusus.
"Kami upayakan bagi jemaah lansia tetap bisa melihat langsung suasana Bir Ali dan merasa nyaman saat proses miqat tanpa harus kelelahan berjalan jauh," kata Divia Ardianto, Kepala Sektor Khusus Bir Ali.
Sementara itu, arus kedatangan dari Tanah Air melalui Jeddah masih terpantau tinggi dengan total 160.000 jemaah dari 413 kloter telah mendarat. Pada hari yang sama, dijadwalkan tambahan 19 kloter yang membawa 7.370 jemaah akan tiba melalui Bandara King Abdul Aziz.
"Hari ini dijadwalkan juga akan ada sebanyak 19 kloter atau sekitar 7.370 jemaah haji dari tanah air yang akan kembali mendarat di Bandara King Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi," ucap Fauzi.
Di sisi lain, jemaah asal Provinsi Riau dilaporkan telah menyelesaikan umrah wajib di Masjidil Haram, termasuk jemaah difabel yang menggunakan layanan kursi roda. Sebagian besar jemaah Riau juga telah menuntaskan pembayaran dam sebagai bagian dari pelaksanaan haji tamattu'.
“sebanyak 434 Jemaah tergabung dalam BTH 12 sudah berangsur meninggalkan kota Madinah, sebelum menuju kota Makkah, jamaah terlebih dahulu singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat umrah wajib,” kata Defizon, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau.
Defizon menjelaskan bahwa bagi jemaah yang sempat tertunda umrah wajibnya karena alasan kesehatan atau kondisi tidak suci, ibadah akan dilaksanakan segera setelah kondisi mereka memungkinkan.
“Bagi jemaah yang sakit dan berhalangan akan melaksanakan umrah wajib setelah kondisi sehat dan suci,” tambah Defizon.
Pembayaran denda atau dam dilakukan melalui lembaga resmi yang telah ditunjuk oleh otoritas setempat untuk menjamin kepatuhan terhadap aturan ibadah.
“Pembayaran dam dilaksanakan langsung kepada Adhohi, pengelola dam resmi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi,” terang Defizon.
Kini Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mengalihkan fokus pada persiapan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Seluruh sarana penunjang, termasuk tenda jemaah, ditargetkan rampung sepenuhnya pada 20 Mei 2026 atau H-5 sebelum puncak haji dimulai.
"Seluruh persiapan yang ada di Armuzna ini akan siap 100 persen pada H-5 sebelum Armuzna atau pada tanggal 20 Mei mendatang. Petugas PPIH Arab Saudi berharap seluruh proses di Armuzna nanti bisa berjalan dengan lancar dan juga optimal," pungkas Fauzi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow