Jeremy Doku Bersiap Bela Belgia Hadapi Spanyol di Perempat Final
Penyerang sayap tim nasional Belgia Jeremy Doku bersiap menghadapi pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di Los Angeles pada Jumat, 10 Juli 2026. Pemain Manchester City berusia 24 tahun tersebut berambisi memberikan kontribusi besar setelah sempat kehilangan tempat utama dan melewati berbagai tantangan personal selama turnamen berlangsung.
Kondisi fisik dan fokus Doku sempat terganggu di awal turnamen akibat menderita sakit. Selain itu, ia juga sempat meninggalkan pemusatan latihan tim di Inggris pada bulan Juni untuk mendampingi istrinya, Shireen, dalam proses kelahiran putra pertama mereka yang diberi nama Praise. Keputusan tersebut sempat menuai kritik publik dari salah satu lembaga penyiaran Prancis yang menyebut tindakan itu keterlaluan, meskipun Doku mendapatkan dukungan penuh dari rekan setimnya serta pemain lain seperti penyerang Inggris Ollie Watkins.
"Welcoming my son into the world is one of the greatest blessings God has ever given me," tulis Doku pascakelahiran putranya sebagaimana dilansir dari jubileecast.com.
Pihak tim nasional Belgia menyambut kembali kehadirannya dengan menyebut momen tersebut sebagai assist paling penting dalam hidup Doku. Pemain yang dibaptis pada September 2025 ini memang dikenal terbuka mengenai imannya, bahkan sempat memimpin ibadah pendalaman Alkitab daring bersama rekan-rekan setimnya sebelum turnamen dimulai.
Ketaatan tersebut kembali ia tunjukkan setelah Belgia berhasil menumbangkan tim tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1 pada 6 Juli 2026 di Seattle untuk melaju ke perempat final, di mana Doku tidak bermain karena pelatih Rudi Garcia lebih memilih memasang Dodi Lukebakio dan Leandro Trossard. Melalui unggahan di Instagram, Doku membagikan foto perayaan tim dengan kutipan ayat Alkitab.
"I will praise the Lord at all times. I will constantly speak his praises." tulis Doku mengekspresikan rasa syukurnya.
Doku juga menambahkan pesan mengenai tekadnya bersama tim untuk fase berikutnya.
"Quarter-finals Proud of the team. We keep believing, we keep fighting" tambah Doku.
Meskipun demikian, perjalanan Doku di lapangan hijau selama Piala Dunia ini tidak berjalan mulus karena ia baru menjadi starter dalam tiga dari lima laga Belgia. Ia sempat digantikan sebelum laga berjalan satu jam saat menang 5-1 atas Selandia Baru karena kelelahan, serta kembali diganti lebih awal pada babak kedua saat menghadapi Senegal di babak 32 besar.
Menghadapi Spanyol yang belum kebobolan satu gol pun di turnamen ini, kecepatan dan kemampuan dribel Doku dinilai bisa menjadi opsi taktis bagi Rudi Garcia untuk membongkar pertahanan lawan. Doku sendiri mengakui bahwa dirinya harus meningkatkan produktivitas gol demi mewujudkan ambisinya menjadi pemain sayap terbaik di dunia, mengingat ia belum mencetak gol lagi untuk Belgia sejak laga melawan Liechtenstein pada November lalu.
"If I have those goals then I believe that I can get there for sure," kata Doku seperti dikutip dari straitstimes.com.
Doku merasa performanya dalam memberikan umpan sudah cukup baik, namun ia perlu lebih sering berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol mudah.
"I feel like assists, in that area, I’m fine but I have to be more in the areas where you can score easy goals, tap-ins and stuff like that." tutur Doku.
Potensi Doku untuk bangkit di sisa turnamen ini turut mendapat dukungan dari pengamat sepak bola. Mantan pemain internasional Belgia yang kini menjadi analis televisi, Marc Degryse, memprediksi sang pemain akan segera menunjukkan performa terbaiknya.
"I think Doku will still explode at this tournament," prediksi Degryse melalui Reuters.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow