Jeremy Doku Kembali ke Amerika Serikat Usai Temani Istri Melahirkan
Penyerang sayap Timnas Belgia, Jeremy Doku, dijadwalkan kembali ke Amerika Serikat pada Selasa malam di Seattle untuk melanjutkan persiapan laga fase grup Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru. Langkah ini diambil setelah sang pemain mendapatkan izin untuk meninggalkan pemusatan latihan demi mendampingi istrinya, Shireen, dalam proses persalinan anak pertama mereka di London, Inggris. Manajemen Timnas Belgia memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar bahagia sekaligus jadwal kepulangan pemain Manchester City tersebut melalui pernyataan tertulis.
"Selamat kepada Jeremy Doku dan keluarga atas kelahiran putra pertama mereka, Praise," bunyi pernyataan Timnas Belgia pada Senin (22/6).
Pihak federasi juga menegaskan bahwa perjalanan Doku ke London mendapatkan pengawalan medis langsung dari internal tim demi memastikan kondisi sang pemain tetap terpantau. "Dengan persetujuan dan didampingi oleh salah satu dokter tim kami, Jeremy melakukan perjalanan ke London untuk bersama istrinya dalam kesempatan istimewa ini."
Doku dipastikan langsung melebur dalam program latihan tim begitu tiba di Seattle sebagai persiapan menghadapi laga krusial di babak penyisihan grup. "Jeremy akan bergabung kembali dengan skuad pada Selasa malam di Seattle saat persiapan berlanjut untuk pertandingan berikutnya melawan Selandia Baru."
Sebelumnya, rencana Doku untuk mendampingi istrinya sempat memicu polemik setelah dirinya memberikan pernyataan resmi kepada Reuters yang dikutip oleh BBC. "Ini anak pertama saya, jadi saya pasti ingin berada di sana," kata Jeremy Doku kepada Reuters dikutip dari BBC, Minggu (21/6/2026). Pemain berusia 24 tahun itu menyadari bahwa keputusannya memicu dilema besar antara profesionalisme di lapangan hijau dan tanggung jawabnya sebagai seorang kepala keluarga.
"Jika Anda bertanya what yang saya inginkan, jawaban saya adalah tidak ada seorang pun yang ingin melewatkan kelahiran anak pertamanya. Tetapi saya juga tahu bahwa sepak bola melibatkan banyak pertimbangan lain."
Doku menambahkan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan jajaran pengurus federasi sepak bola negaranya untuk mendapatkan titik temu terbaik. "Saya tahu federasi mendukung para pemainnya dan memahami situasi mereka. Kita lihat saja apa yang bisa kita lakukan." Keputusan Doku tersebut sempat menuai kritik tajam dari presenter televisi Prancis L'Equipe, France Pierron, yang menilai keterlibatan seorang ayah dalam proses persalinan tidak memiliki signifikansi besar.
"Piala Dunia adalah kegembiraan yang luar biasa," katanya dalam sebuah pesan yang diunggah ke halaman Facebook publikasi olahraga Prancis, L'Equipe.
Pierron juga membandingkan impian masa kecil para pesepakbola profesional yang berkompetisi di Piala Dunia dengan keputusan Doku yang memilih pulang ke rumah. "Ada ratusan pemain sepak bola yang rela melakukan apa saja untuk berada di posisimu. Mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi lagi seumur hidupmu."
Komentar kontroversial itu bahkan berlanjut dengan pernyataan keras Pierron yang menyebut momen melahirkan sebagai sesuatu yang menjijikkan bagi kaum pria. "Kau sedang mewujudkan mimpi masa kecil, namun kau akan meninggalkan semuanya untuk menghadiri kelahiran anakmu - momen yang menjijikkan, jika boleh dibilang begitu, di mana sang ayah sama sekali tidak berguna."
Sikap kritis Pierron tersebut langsung memicu pembelaan luas dari berbagai figur olahraga, termasuk penyerang Timnas Inggris, Ollie Watkins, saat berbicara menjelang laga melawan Ghana. "Seseorang menyebutnya menjijikkan dan menurut saya, itu bukanlah cara yang tepat untuk menggambarkan proses kelahiran," kata striker Aston Villa tersebut. Watkins yang telah memiliki dua anak menambahkan bahwa momen menyambut anak sulung merupakan sebuah karunia yang tidak sebanding dengan hiruk-pikuk jadwal kompetisi sepak bola.
"Menyambut kelahiran mereka ke dunia ini adalah berkah – kesempatan seperti itu tidak sering datang," jelas Watkins kepada para wartawan.
Penyerang Aston Villa itu juga menyoroti tekanan psikologis para pemain yang harus terisolasi dari lingkungan keluarga dalam durasi yang cukup lama selama musim berjalan. "Seringkali Anda harus jauh dari keluarga dan teman-teman selama musim kompetisi, dan itu adalah masa yang sangat sulit. Atas dasar pertimbangan kemanusiaan tersebut, Watkins menilai tindakan Doku untuk mendampingi istrinya di ruang persalinan merupakan hal yang sepenuhnya valid.
"Jadi, melewatkan momen itu pasti berat, dan saya mengerti sudut pandangnya; menurut saya, dia berhak sepenuhnya untuk pulang dan berada di sana.
Watkins juga menegaskan bahwa privasi atlet di luar jam latihan resmi tim bukan merupakan konsumsi publik yang layak untuk dihakimi. "Pada akhirnya, kami adalah orang-orang yang sangat beruntung, dan saya yakin dia akan mendapat banyak dukungan agar bisa pulang dan tiba di sana secepat mungkin, memastikan dia ada di sana untuk mendukung istrinya, lalu terbang kembali.
Watkins menutup pernyataannya dengan memberikan pembelaan mutlak terhadap keputusan Doku yang dinilainya wajar. "Saya tidak berpikir urusan apa yang dia lakukan setelah latihan adalah urusan orang lain, dan jika dia kembali dan melakukannya, saya pikir itu wajar saja."
Selain Watkins, mantan petinju peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 asal Prancis, Brahim Asloum, turut memberikan pembelaan melalui akun media sosialnya. "Seorang bayi adalah seluruh hidupmu. Piala Dunia berakhir ketika sudah selesai," tulisnya. Akibat gelombang kritik dari publik, France Pierron akhirnya merilis klarifikasi dan permohonan maaf resmi melalui akun X pribadinya pada hari Sabtu.
"Saya sedang menyampaikan opini pribadi, dalam konteks pertukaran pendapat yang kontroversial," katanya.
Pierron berdalih bahwa opini tersebut tidak bermaksud merendahkan peran krusial figur ayah dalam sebuah institusi keluarga. "Saya mengerti bahwa hal itu mungkin telah mengejutkan, menyakiti, atau melukai sebagian dari Anda, dan saya menyesalinya." Presenter saluran olahraga L'Equipe tersebut akhirnya resmi dijatuhi sanksi skorsing oleh pihak manajemen stasiun televisi tempatnya bekerja.
"Niat saya tidak pernah untuk mengecilkan tempat atau peran ayah dalam hubungan pasangan dan anak mereka."
Di sisi lain, mantan penyerang Inggris Ollie Watkins kembali memberikan tanggapan komparatif terkait proses persalinan dari sudut pandang pengalaman pribadinya. "Saya rasa ada yang menyebutnya menjijikkan dan menurut saya itu bukan cara tepat menggambarkan sebuah kelahiran. Saya telah melihat apa yang harus dilalui istri saya dan itu berjalan cukup lancar, tetapi saya tahu anggota keluarga dan teman-teman yang tidak mengalaminya seperti itu," ujar Watkins.
Watkins kembali menggarisbawahi betapa beratnya beban emosional yang ditanggung para pemain ketika harus melewatkan momen sakral kelahiran anak. "Itu hanya terjadi sekali - menyambut anak pertama Anda ke dunia - dan itu adalah berkah. Ada banyak waktu di mana Anda jauh dari keluarga dan teman selama musim berjalan dan itu sangat sulit, jadi melewatkan momen itu akan sangat berat dan saya mengerti maksudnya."
Doku sendiri sebelumnya melewatkan pertandingan melawan Iran yang berakhir imbang 0-0 karena mengalami infeksi saluran pernapasan, setelah sebelumnya bermain selama 86 menit saat Belgia ditahan imbang Mesir 1-1. Skuad asuhan De Rode Duivels kini dituntut meraih kemenangan mutlak atas Selandia Baru pada pertandingan pamungkas Grup G yang akan digelar Sabtu (27/6) pukul 10.00 WIB guna mengamankan tiket menuju babak 32 besar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow