Jerman Menghadapi Curaçao dalam Laga Pembuka Grup E Piala Dunia 2026
Tim nasional Jerman dijadwalkan menghadapi tim debutan Curaçao dalam pertandingan pembuka babak Penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi menarik karena bek kanan Curaçao, Joshua Brenet, akan bereuni dengan mantan pelatihnya di TSG Hoffenheim, Julian Nagelsmann dan Alfred Schreuder, yang kini menangani timnas Jerman.
Brenet memiliki rekam jejak indisipliner di bawah asuhan Nagelsmann sebelum akhirnya dilepas ke Twente Enschede, dan ia sempat terjerat beberapa kasus hukum di Belanda hingga kontraknya diputus.
Hakim yang menangani kasus mengemudi tanpa SIM dari Brenet memberikan pernyataan terkait perilaku sang pemain di luar lapangan hijau.
"Dia tampaknya tidak menghormati pihak berwenang. Rasanya like dia terus bermain sepak bola setelah mendapat kartu merah," kata hakim yang menjatuhkan hukuman penjara satu bulan kepada Brenet pada tahun 2024 sebagaimana dilansir dari goal.com.
Meskipun demikian, Brenet mendapatkan izin khusus dari FIFA untuk membela negara asal orang tuanya sejak 2024 dan kini memperkuat timnas Curaçao di bawah pelatih Dick Advocaat.
Kesiapan Jerman dalam turnamen ini juga mendapat perhatian besar dari para pendukungnya di Indonesia, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat.
"Sebagai fans Jerman, saya melihat mereka sebagai tim yang selalu memiliki mental kompetisi tinggi di turnamen besar. Saya yakin Jerman akan kembali menunjukkan kualitasnya dan berpeluang menjadi juara pada Piala Dunia 2026," kata Ricky kepada rri.co.id, Kamis 11 Juni 2026.
Ricky menambahkan bahwa proses regenerasi berjalan sangat baik sehingga skuad Der Panzer saat ini memiliki modal penting untuk bersaing di level tertinggi.
"Saya yakin ini saatnya Jerman kembali berjaya. Skuad mereka saat ini didominasi pemain muda berkualitas yang sudah memiliki pengalaman bermain di level tertinggi," ujarnya.
Keseimbangan timnas Jerman dinilai sangat baik karena perpaduan antara pemain muda berbakat seperti Florian Wirtz dan Jamal Musiala dengan para pemain yang lebih senior.
"Jerman memiliki keseimbangan yang baik antara pemain muda dan pemain senior. Pengalaman serta kualitas individu mereka bisa menjadi modal besar untuk bersaing hingga fase akhir turnamen," katanya.
Ricky juga meyakini bahwa kondisi cuaca di negara penyelenggara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menguntungkan tim-tim dari Eropa karena faktor pengalaman adaptasi.
"Saya optimistis Jerman mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Dengan komposisi pemain yang ada serta kekompakan tim, mereka memiliki peluang besar untuk menjadi juara," katanya.
Berdasarkan data peringkat FIFA yang dilansir dari tirto.id, Jerman saat ini menempati peringkat 10 dunia, sementara Curaçao berada di peringkat 82 dunia.
| Head to Head (H2H) | Jerman | Curaçao |
|---|---|---|
| Peringkat FIFA | 10 | 82 |
| Sejarah di Piala Dunia | Jerman tercatat telah tampil 20 kali di putaran final Piala Dunia sejak 1934. Der Panzer hanya absen dua kali pada 1930 dan 1950 dari seluruh edisi. | Timnas Curacao akan melakukan debut di putaran final Piala Dunia 2026. Sebelum jadi negara merdeka, mereka dikenal sebagai Antillen Belanda. |
| Pencapaian Terbaik | Jerman termasuk negara paling moncer di Piala Dunia dengan mengoleksi empat gelar juara pada 1954, 1974, 1990, serta 2014. Selain itu, Die Mannschaft empat kali runner-up pada 1966, 1982, 1986, dan 2002. | Lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 adalah pencapaian terbaik Curacao sepanjang sejarah. Di edisi 2022, The Blue Waves tersingkir di babak kualifikasi zona CONCACAF usai dikalahkan Panama. |
Siaran langsung pertandingan ini dapat diakses secara free to air melalui layanan televisi TVRI Nasional dan TVRI Sport, serta melalui live streaming berbayar di platform Fola Play dan MAXStream TV.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow