Bulan Sabit Bersanding Venus Menghiasi Langit Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Langit malam Indonesia disuguhi pemandangan astronomi yang memukau pada Senin (14/9/2026) petang. Bulan sabit muda terlihat berdampingan secara presisi dengan sebuah titik cahaya terang di langit arah barat. Objek berkilau yang berada di dekat Bulan tersebut merupakan planet Venus.

Peristiwa mengangkasa yang mempertemukan kedua objek tampak sejajar dari Bumi ini dikenal sebagai konjungsi Bulan dan Venus, seperti dilansir dari Detik iNET. Kombinasi visual ini tampak kian eksotik karena Bulan baru memasuki fase tiga hari dengan tingkat iluminasi sekitar 10-16 persen. Di sisi lain, Venus memancarkan kecerahan maksimal dengan tingkat magnitudo antara -4,5 hingga -4,8.

Posisi Venus yang bertindak sebagai bintang sore atau Bintang Kejora membuat pendar cahayanya terlihat sangat dominan sebelum akhirnya terbenam. Pemandangan makin sempurna berkat adanya pantulan cahaya Matahari dari permukaan Bumi yang menerangi piringan gelap Bulan, sebuah fenomena yang dinamakan earthshine.

Peristiwa konjungsi pada dasarnya terjadi akibat sudut pandang dari Bumi yang membuat dua benda langit tampak berdekatan. Padahal, jarak ruang angkasa di antara keduanya membentang amat jauh. Bulan bergerak mengitari Bumi, sedangkan Venus melintasi lintasannya mengelilingi Matahari. Perjumpaan visual ini dimungkinkan karena garis orbit kedua benda langit tersebut sama-sama berada di sekitar bidang ekliptika jika dipantau dari permukaan Bumi.

Peristiwa Okultasi Venus di Sebagian Wilayah

Selain konjungsi biasa, masyarakat di area tertentu disuguhi atraksi yang lebih langka, yakni okultasi Venus. Fenomena ini membuat Venus perlahan menghilang akibat tertutup secara langsung oleh piringan Bulan. Observatorium Bosscha ITB mengonfirmasi bahwa okultasi berlangsung ketika posisi Bulan melintas tepat melintasi garis pandang antara Bumi dan Venus. Dampaknya, planet terang tersebut terhalang untuk sementara waktu menyerupai mekanisme gerhana.

Lembaga antariksa NASA turut menerangkan bahwa lunar occultation menandai momen saat Bulan bergerak melintasi bagian depan objek langit lain sehingga pandangan pengamat di Bumi terhadap objek tersebut terhalang sementara. Area pengamatan okultasi ini tergolong terbatas di Indonesia. Observatorium Bosscha mencatat penutupan penuh Venus oleh Bulan hanya bisa disaksikan dari sebagian wilayah Pulau Sumatra, kawasan Jawa bagian barat, serta area kecil di Kalimantan Barat.

Masyarakat yang berada di luar jalur tersebut hanya menyaksikan konjungsi biasa, di mana Venus dan Bulan melintas berdampingan tanpa saling menutupi. Variasi tampilan ini dipicu oleh efek paralaks atau perubahan sudut pandang pengamat berdasarkan posisi geografis di Bumi.

Di wilayah yang terlintasi, fenomena langka ini berlangsung sejak pukul 19.30 hingga 20.43 WIB. NASA mengagendakan peristiwa pada 14 September 2026 ini sebagai okultasi Venus kedua dari total tiga kejadian sepanjang tahun 2026, setelah sebelumnya terjadi pada 17 Juni dan disusul peristiwa berikutnya pada 7 November.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed