Juha Christensen Tanggapi Kericuhan Pengibaran Bendera GAM di Banda Aceh
Negosiator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen, menegaskan pentingnya menjaga kesepakatan damai usai aksi pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh.
Sikap tersebut disampaikan Juha usai menghadiri peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 bertajuk 'Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan, dan Bermartabat Dalam Kerangka NKRI' yang digelar Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Balai Meuseuraya Aceh.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar melihat simbol masa lalu tersebut secara proporsional sesuai dengan hasil perundingan yang telah disepakati bersama.
"Pendapat kita dan diskusi di perundingan Helsinki tahun 2005. Kita harus hormati bendera GAM sebagai sejarah, itu paling penting. Menggunakan bendera GAM untuk kepentingan lain menurut saya tidak bagus," kata Juha Christensen, di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Juha menilai tindakan mengibarkan simbol tersebut di tengah publik berpotensi mengganggu keharmonisan yang telah dibangun sejak konflik bersenjata dihentikan.
"Itu tidak bagus untuk suasana (kibarkan bendera GAM). Kita harus juga ingat itu di butir MoU adalah dignity for all (bermartabat untuk semua)," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow