Juicy Luicy Batal Tampil di Batam Dipicu Masalah Bagasi
Grup musik Juicy Luicy mendadak membatalkan penampilannya dalam acara festival musik XYZ Liveground 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam, pada Sabtu, 5 September 2026. Keputusan tersebut diambil secara mendadak saat rombongan berada di bandara akibat polemik kelebihan beban bagasi peralatan musik yang ditaksir mencapai Rp64 juta.
Pihak penyelenggara XYZ Liveground menyatakan seluruh kewajiban utama telah dipenuhi secara menyeluruh sebelum hari pertunjukan. Fasilitas tersebut mencakup pelunasan honorarium penampilan, pengadaan tiket penerbangan pulang-pergi, penyediaan akomodasi hotel, hingga pemenuhan kebutuhan logistik teknis panggung.
Kendala teknis muncul sewaktu proses keberangkatan menuju Batam akibat beban barang bawaan yang melampaui batas muatan penerbangan. Pihak promotor sempat menawarkan skema pembayaran pengganti di kemudian hari agar rombongan dapat segera terbang, tetapi opsi tersebut tidak disepakati oleh pihak manajemen penampil.
"Menjelang pelaksanaan XYZ, penyelenggara telah mempersiapkan kebutuhan performer berdasarkan kesepakatan yang telah dikomunikasikan, antara lain: Pembayaran fee yang telah dilakukan full, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan acara," tulis promotor XYZ Liveground melalui pernyataan resmi di jejaring Instagram.
Pihak penyelenggara menegaskan upaya penanganan darurat telah disiapkan agar jadwal acara tidak terganggu.
"Pada saat proses keberangkatan menuju Batam, muncul kebutuhan tambahan terkait kelebihan bagasi. Kondisi tersebut terjadi pada waktu keberangkatan dan membutuhkan pembayaran tambahan di bandara," tulis promotor melanjutkan.
Pihak penyelenggara kemudian menjelaskan tujuan dari penawaran sistem penggantian biaya operasional tersebut.
"Tujuan kami saat itu bukan memperdebatkan biaya, tetapi memastikan performer tetap berangkat dan acara dapat berjalan sesuai rencana," tulis pihak penyelenggara.
Pihak promotor menyampaikan penampil lain yang menghadapi situasi serupa berhasil berangkat ke lokasi.
"Biaya persiapan telah dikeluarkan. Tiket perjalanan telah diterbitkan. Akomodasi telah disiapkan.
Tim produksi dan seluruh ekosistem acara telah bekerja untuk memastikan XYZ berjalan. Dan pada akhirnya, kami harus menghadapi kondisi acara yang berbeda dari apa yang telah kami rencanakan bersama," tulis XYZ Liveground.
Penjelasan mengenai mekanisme penanganan logistik penerbangan tersebut juga disampaikan kembali dalam rilis media sosial promotor.
"Menjelang pelaksanaan XYZ, penyelenggara telah mempersiapkan kebutuhan performer berdasarkan kesepakatan yang telah dikomunikasikan, antara lain: Pembayaran fee yang telah dilakukan full, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan acara," tulis XYZ Liveground.
Pihak promotor merinci kembali akar masalah penerbangan yang timbul secara mendadak di area keberangkatan.
"Pada saat proses keberangkatan menuju Batam, muncul kebutuhan tambahan terkait kelebihan bagasi (over baggage). Kondisi tersebut terjadi pada waktu keberangkatan dan membutuhkan pembayaran tambahan di Bandara," tulis promotor.
Penyelenggara menekankan fokus utama panitia saat kendala tersebut terjadi di lapangan.
"Pada saat itu, fokus penyelenggara adalah satu: Memastikan perjalanan tetap berjalan dan performer tetap dapat hadir di XYZ," tulis promotor menegaskan.
Promotor menambahkan bahwa penyesuaian skema pembayaran serupa diterapkan secara setara kepada penampil lain.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa pada saat itu penyelenggara berupaya menggunakan solusi yang sama untuk menyelesaikan kebutuhan perjalanan dan memastikan seluruh performer dapat hadir," tulis promotor.
Pihak penyelenggara mengakhiri pernyataannya dengan memberikan klarifikasi atas skema yang ditawarkan.
"Kami hanya ingin menjelaskan mekanisme penyelesaian yang diupayakan pada saat kejadian," tulis promotor.
Sesaat sebelum membatalkan kedatangan, pihak Juicy Luicy sempat mengunggah pernyataan resmi di media sosial yang kemudian dihapus dari akun mereka.
"Sedih sekali Juicy Luicy enggak jadi tampil di XYZ Liveground 2026. Keputusan ini dengan berat hati kami ambil karena terdapat beberapa hal terkait kewajiban dari pihak penyelenggara yang hingga saat ini belum diselesaikan. Semoga kita bisa bertemu di kesempatan yang lain," bunyi keterangan tertulis Juicy Luicy.
Grup musik tersebut juga sempat mengunggah foto situasi tim produksi di area penerbangan.
"XYZ Batam Cancelled," bunyi tulisan dalam unggahan Juicy Luicy tersebut.
Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO), Roberto Pieter, menyayangkan langkah pembatalan sepihak tersebut karena honor utama musisi telah dilunasi oleh penyelenggara.
"Seharusnya ketika ditawarkan opsi untuk reimbursement, Juicy Luicy tetap memenuhi kewajiban untuk datang ke lokasi sebagai itikad baik," kata Roberto Pieter.
Roberto menambahkan bahwa tim penampil dapat memilih bertahan di tempat penginapan apabila hak keuangan belum diselesaikan penuh saat hari pertunjukan.
"Stay di hotel saja kalau belum lunas, tidak usah manggung dan membuat klarifikasi. Selesai. Kalau sekarang bola panasnya ada di kalian," kata Roberto Pieter.
Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dari pihak manajemen penampil dalam menghadapi prosedur keuangan penyelenggara.
"Kita sebagai pihak yang bekerja sama harus fleksibel dan adjustable. Tidak semuanya dapat berjalan sesuai dengan prosedur kita. Walaupun kita yang dibutuhkan, tetap saja harus dalam koridor utama, yaitu kerja sama," kata Roberto Pieter.
Penyanyi Nadin Amizah turut memberikan pandangan terkait besarnya volume bawaan peralatan panggung milik grup musik saat bepergian menggunakan pesawat.
“Gini, aku ga bawa drum sendiri aja udah ratusan kilo kebutuhan bagasinya apalagi yang bawa drum sendiri, mixer sendiri, dll,” kata Nadin Amizah di platform Threads pada Rabu, 9 September 2026.
Nadin menyarankan agar perhatian publik lebih diarahkan pada penanganan sistem pembayaran antara kedua belah pihak.
"Ada baiknya diskusinya fokus ke miskom pembayaran ya, karena kalau ngomongin bagasi, pada gatau aja... i cant say for all, but i can say for many, we do need ratusan kg for me tool. Terlepas dari harga extra bagasi atau bukan ya, other matter perihal kebijakan baru sebuah maskapai," kata Nadin Amizah.
Ia menegaskan penjelasan tersebut murni mengenai realitas logistik pertunjukan musik tanpa memihak salah satu pihak.
"Aku ga ngomongin harusnya berangkat atau engga, harusnya manggung atau engga, dll ya. Ini fokus ke bagasi aja. Bahwa memang bawaan musik itu, sekali lagi, cant say for all, tapi kemungkinan besar sangat besar," kata Nadin Amizah.
Secara terpisah, Nadin kembali menekankan tingginya bobot alat musik dan perangkat produksi saat penerbangan luar kota.
"Gini…. aku ga bawa drum sendiri aja udh ratusan kilo kebutuhan bagasinya…. apalagi yg bawa drum sendiri, mixer sendiri, dll dll. ada baiknya diskusinya fokus ke miskom pembayaran ya, karna kalau ngomongin bagasi, pada gatau aja…. i cant say for all, but i can say for many, we do need hundreds of kg for our tools. terlepas dari harga extra bagasi atau bukan ya, different matter perihal kebijakan baru sebuah maskapai," kata Nadin Amizah.
Pembatalan ini memicu reaksi publik di media sosial, termasuk tanggapan kritis pada unggahan promosi karya musik terbaru Juicy Luicy.
"Kecewa sama band ini, management nya buruk. Masa cancel perform di hari H cm gara2 over bagasi, pdahal Dewa19 jg ada di lineup tapi tetap perform dgn case yg sama. Menyedihkan," kata akun @fr***r*_*mr.
Pengguna media sosial lain menuntut pengembalian hak keuangan yang telah diterima oleh pihak grup musik.
"Harus di balikin yah seluruh feenya, kalian yg batalin. Jangan dzolim🙏," kata warganet lain.
Sejumlah pengguna Threads menanyakan kejelasan situasi ini kepada anggota grup musik serta menyoroti hilangnya akun media sosial Julian Kaisar.
"A Denis, tolong konfirmasi apa gitu. Pada goreng semua, apalagi akun a Uan deactivated. Lekas membaik semua," kata seorang warganet.
Warganet lain menyayangkan tidak tersedianya akun Instagram pribadi milik vokalis tersebut saat polemik memuncak.
"Dimulai dari akun vokalisnya hilang dari peredaran," kata warganet.
Penggemar mendorong pihak manajemen untuk memberikan klarifikasi terbuka guna menjaga reputasi grup.
"Saran saya mending kalian klarifikasi bro, demi citra dan juga reputasi kalian kalau salah ya minta maaf. Kalau tidak salah tunjukkan kebenarannya," kata seorang warganet.
Sejumlah dorongan serupa terus bermunculan di kolom komentar media sosial band.
"Ditunggu klarifikasinya," kata warganet lain.
Sebagian warganet meminta penjelasan langsung mengenai alasan pasti di balik pembatalan jadwal manggung tersebut.
"Ngomong kali ngomong bro," kata warganet.
Permintaan klarifikasi atas pembatalan pertunjukan di Batam terus disampaikan para penggemar hingga saat ini.
"Klarifikasi lagi dong JL, aku masih penasaran sebenarnya apa yang menyebabkan di-cancel," kata warganet.
Imbas dari kejadian ini, akun Instagram pribadi milik vokalis Julian Kaisar (@uan.kaisar) terpantau tidak aktif dan tidak dapat diakses publik sejak Rabu, 9 September 2026. Hingga kini, manajemen Juicy Luicy belum memberikan keterangan resmi tambahan terkait pembatalan pertunjukan maupun keberadaan akun media sosial sang vokalis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow