Juicy Luicy Batal Tampil di Batam Karena Masalah Pembayaran dan Perjalanan
Juicy Luicy membatalkan penampilan mereka di XYZ Liveground, Temenggung Abdul Jamal, Batam, pada Sabtu, 5 September 2026, karena masalah pembayaran dan kepastian perjalanan yang tidak kunjung diselesaikan penyelenggara, dilansir dari Detikcom.
Masalah ini sudah muncul sejak tujuh hari sebelum acara. Band asal Bandung ini mengaku telah menagih pelunasan dan kejelasan perjalanan sejak H-7 acara, namun sering mendapat penundaan dan tidak ada jawaban pasti dari penyelenggara.
Pelunasan biaya tampil baru dilakukan sekitar 18 jam sebelum keberangkatan, tetapi tiket, bukti penginapan, dan kelengkapan perjalanan lainnya belum diberikan. Juicy Luicy bahkan harus menunggu hingga pukul 22.26 WIB untuk menerima tiket keberangkatan tanpa disertai bukti penginapan dua malam, tiket pulang, dan pembayaran bagasi prabayar.
Band ini menyatakan, "Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang di mana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang-kadang ditunda, seringnya tidak dibalas, mungkin seharusnya kami kaku saja menerapkan izin karena penyelenggara tidak terus melaksanakan kewajiban. Hal ini jarang sekali kami temui di bertahun-tahun kerja sama kami dengan ratusan penyelenggara lain, atau bisa jadi lebih," ujar Juicy Luicy.
Situasi semakin mendesak ketika waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, sementara tim masih berada di Bandung dan belum mendapat kepastian keberangkatan yang dijadwalkan pukul 05.00 WIB dari Soekarno-Hatta. "Jam 8 malam sudah lewat, waktu keberangkatan semakin dekat, sedangkan info yang kami dapat, kemungkinan jadwal penerbangan kami jam 5 pagi menurut penyelenggara," kata mereka.
Juicy Luicy menambahkan, "Kami beserta tim produksi harus segera mendapat kepastian berangkat atau tidak, karena kami berada di Bandung, sedangkan kami berangkat dari posisi Soekarno-Hatta, lagi-lagi tidak dihiraukan oleh penyelenggara."
Masalah besar kemudian muncul terkait biaya bagasi prabayar yang mencapai sekitar Rp 44 juta, membengkak karena penerbangan dipindahkan ke maskapai dengan jatah bagasi hanya 15 kilogram per orang. "Penyelenggara dengan segala dalihnya mengatakan sedang memproses dengan segera, namun tak kunjung datang hasilnya. Kami melakukan pengecekan di web maskapai penerbangan bahwa harga bagasi prabayar sekitar 44 juta (perlu diketahui bahwa ekstra bagasi ini menjadi banyak karena penyelenggara memindahkan kami ke maskapai penerbangan yang hanya memiliki jatah 15 kg/orang sehingga ekstra bagasinya menjadi besar)," jelas Juicy Luicy.
Tepat tengah malam, penyelenggara menawarkan pembayaran Rp 26 juta agar mereka segera menuju bandara, dengan janji sisanya dibayar saat sampai. Namun, uang tersebut belum ditransfer saat mereka tiba. "Tepat di tengah malam, penyelenggara kemudian menawarkan untuk melakukan pembayaran 26 juta terlebih dahulu agar kami segera berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta.
Sisanya akan dilunasi ketika kami sampai di bandara. Lagi-lagi semua hanya janji semata, sesampainya di bandara penyelenggara bahkan belum melakukan transfer 26 juta yang menjanjikan," ujar Juicy Luicy.
Waktu menjadi sangat terbatas karena bagasi harus masuk sebelum pukul 04.00 WIB, dan saat dicek langsung di bandara, biaya bagasi naik menjadi Rp 64 juta. "Kami kemudian berpacu dengan waktu, di mana bagasi harus masuk paling lambat pukul empat pagi. Usaha kami menghubungi nampaknya sia-sia. Kami tetap menuju ke counter untuk mempersiapkan proses, namun karena harga pembelian bagasi di bandara memiliki harga yang lebih mahal, harganya naik menjadi 64 juta," katanya.
Karena kondisi tersebut, Juicy Luicy memutuskan tidak berangkat ke Batam. "Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu, kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam pada hari Sabtu itu," kata mereka.
Dalam polemik yang berkembang di media sosial, Juicy Luicy mengakui ketidaksempurnaan mereka dan meminta maaf atas ucapan atau perilaku yang kurang pantas. "Kami pun jauh sekali dari sempurna sebagai manusia, sehingga seringkali terucap kata-kata dan terdapat perilaku kami yang kurang pantas. Untuk itu, dengan segala kerendarahan hati, kami juga meminta maaf," ujar mereka.
Meski demikian, Juicy Luicy menegaskan keputusan mereka beralasan dan siap menghadapi konsekuensi hukum jika penyelenggara membawa persoalan ini ke jalur hukum. "Namun, apakah perlu kami meminta maaf atas konsekuensi yang merugikan penyelenggara atas perbuatan dan kesalahannya sendiri? Kami memiliki semua bukti dan siap apabila penyelenggara akan membawa ini ke jalur hukum," tutup Juicy Luicy.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow