Julián Álvarez Nyatakan Keinginan Hengkang dari Atlético Madrid

Smallest Font
Largest Font

Penyerang Atlético Madrid Julián Álvarez secara terbuka menyatakan keinginannya untuk meninggalkan klub Spanyol tersebut setelah pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Austria pada Senin, 22 Juni 2026. Pernyataan ini langsung memicu ketegangan karena disampaikan di tengah rumor ketertarikan dari klub-klub besar Eropa seperti Barcelona, Real Madrid, dan Arsenal. Dilansir dari laporan ESPN dan MARCA, pemain berusia 26 tahun tersebut menegaskan kesiapannya untuk berganti klub demi mewujudkan impian kariernya. "Lo mejor para todos es un traspaso, quiero cumplir mi sueño" ujar Julián Álvarez, penyerang Atlético Madrid.

Mantan pemain Manchester City ini menambahkan bahwa dirinya berusaha bersikap transparan dan jujur mengenai situasi masa depannya di klub berjuluk Los Rojiblancos tersebut.

"No puedo esconderme, ni actuar como si no quisiera ser claro, intento ser honesto" kata Julián Álvarez, penyerang Atlético Madrid. Keputusan untuk pergi didasarkan pada komunikasi yang telah dijalin langsung dengan pihak manajemen klub setelah dirinya membela Atlético selama dua musim.

"Hablé con gente del Atlético y creo que lo mejor para todos los involucrados es que me vaya" tutur Julián Álvarez, penyerang Atlético Madrid. Pernyataan serupa juga ditegaskannya saat merespons spekulasi mengenai bursa transfer musim panas yang melibatkan masa depan kontraknya.

"Lo mejor es una transferencia" tegas Julián Álvarez, penyerang Atlético Madrid. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak menutupi apa yang menjadi tujuan profesionalnya di masa depan. "Quiero vivir con honestidad y no quiero esconderme" ucap Julián Álvarez, penyerang Atlético Madrid.

Sikap Alvarez memicu reaksi keras dari sebagian pendukung Atlético Madrid, bahkan sebuah video yang diunggah akun @BandaNeptuno memperlihatkan seorang fan membakar jersey sang pemain hingga viral di media sosial. Meski demikian, banyak netizen yang membela sang penyerang dan menilai aksi pembakaran atribut klub tersebut merupakan tindakan yang keliru.

"Julian no tiene la culpa en absoluto" tulis seorang pengguna media sosial. Komentar lain yang beredar di komunitas daring juga menyayangkan tindakan ekstrem yang dilakukan oleh oknum suporter tersebut. "Las camisetas del Atlético de Madrid nunca deberían quemarse" tambah pengguna media sosial lainnya.

Hingga saat ini, manajemen Atlético Madrid belum mengeluarkan keputusan resmi, mengingat pemain asal Argentina itu masih terikat kontrak hingga tahun 2030 dengan klausul rilis mencapai 500 juta euro.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed