Kalender Jawa 9 Juli 2026 Bertepatan dengan 23 Suro 1960

Smallest Font
Largest Font

Sistem penanggalan lokal masyarakat Jawa hari ini, Kamis, 9 Juli 2026 resmi bertepatan dengan tanggal 23 Suro 1960 Ba' dalam kalender Jawa. Penanggalan tradisional ini juga berjalan beriringan dengan tanggal 24 Muharram 1448 Hijriah.

Masyarakat yang menggunakan penanggalan ini menjadikannya sebagai acuan budaya untuk menentukan hari baik maupun membaca perwatakan berdasarkan siklus pasaran. Berdasarkan data sirkulasi bulan Suro, periode bulan pertama dalam penanggalan Jawa ini berjumlah total 30 hari.

Siklus bulan Suro tahun ini tercatat telah dimulai sejak Rabu, 17 Juni 2026 lalu. Momentum bulan sakral bagi masyarakat Jawa tersebut dijadwalkan bakal berakhir pada Kamis, 16 Juli 2026 mendatang.

Penanggalan Jawa menggunakan perpaduan antara kalender lunar (komariah), solar (syamsiah), dan juga siklus mingguan pasaran yang khas. Kombinasi ini memunculkan hitungan weton harian.

Kombinasi Hari dan Pasaran

Hari ini bertepatan dengan weton Kamis Pahing. Pertanyaan warga mengenai "apa arti weton kamis pahing" kerap muncul karena berkaitan erat dengan sifat bawaan lahir seseorang menurut primbon tradisional.

Perbandingan Penanggalan Juli 2026

Sebagai gambaran pergerakan tanggal, masyarakat bisa membandingkan perkembangan penanggalan dalam tabel konversi berikut untuk melihat penanggalan sepanjang bulan berjalan.

Tabel Konversi Penanggalan Masehi, Jawa, dan Hijriah Juli 2026
Tanggal MasehiTanggal JawaTanggal Hijriah
1 Juli 202615 Suro 196016 Muharram 1448 H
9 Juli 202623 Suro 1960 Ba'24 Muharram 1448 H
16 Juli 202630 Suro 19601 Muharram 1448 H
Kisah Sejarah Kalender Jawa dan Revolusi Waktu Tanah Jawa | RAKET PRASAJA TV

Perbedaan Sistem Penanggalan Tradisional dan Masehi

Banyak masyarakat awam mencari tahu informasi mengenai "beda kalender jawa dan masehi" dalam kehidupan sehari-hari. Kedua sistem ini memiliki landasan astronomis yang bertolak belakang.

Kalender Masehi dihitung sepenuhnya berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari atau tata surya (solis). Sebaliknya, penanggalan Jawa mengadopsi sistem pencatatan lunar yang dimodifikasi oleh Kesultanan Mataram Islam.

Modifikasi penanggalan tersebut juga memengaruhi jam pergantian hari. Warga sering bertanya "pergantian hari kalender jawa jam berapa" karena dalam sistem Jawa, hari baru dimulai sejak matahari terbenam atau waktu magrib, bukan pukul 00.00 tengah malam.

Sistem Perhitungan Neptu Jawa

Bagi generasi muda, cara tahu hari pasaran lahir kerap memanfaatkan aplikasi digital penanggalan modern. Berdasarkan pakem abadi, penentuan nilai pasaran harian ditentukan melalui rumus penjumlahan matematis tertentu.

Langkah atau "cara menghitung neptu weton" dilakukan dengan menggabungkan nilai dari hari masehi dan hari pasaran jawa yang bersangkutan. Kombinasi nilai angka inilah yang nantinya menentukan besaran neptu seseorang.

  • Hari Kamis memiliki nilai angka konvensional sebesar 8.
  • Hari Pasaran Pahing memiliki nilai angka konvensional sebesar 9.
  • Gabungan total neptu untuk weton Kamis Pahing adalah 17.

Penanggalan jawa juli 2026 ini terus berjalan secara kronologis menuju akhir bulan Suro sebelum berganti menuju bulan Sapar pada pertengahan bulan Juli nanti.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed