Kebakaran Landa Tangerang dan Jakarta Bersamaan Edukasi di Jambi
Rentetan insiden kebakaran melanda sejumlah wilayah di Indonesia sejak Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026), yang menghanguskan sebuah pabrik sandal di Tangerang dan rumah tinggal di Jakarta Selatan, di tengah pelaksanaan edukasi mitigasi api di Jambi.
Kebakaran besar yang melanda pabrik sandal PT Murni Karetindo Lestari di Cipondoh, Kota Tangerang, akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjuang selama hampir 21 jam sejak Minggu malam. Luas area yang terbakar mencapai sekitar 1.000 meter persegi dan membutuhkan penanganan khusus akibat material karet di dalam gudang.
Penjelasan mengenai situasi terkini di lokasi kejadian disampaikan langsung oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang setelah seluruh api utama berhasil dikendalikan.
"Situasi TKP api sudah padam, pukul 19.30 WIB, total padam," kata Andia S Rahman, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang.
Petugas di lapangan sempat mengalami kesulitan karena karakteristik bahan baku yang tersimpan di dalam area pabrik tersebut mudah terbakar.
"Pukul 16.24 WIB, anggota terus melakukan pemadaman, bahan karet, bahan baku baik padat dan cair sehingga proses pemadaman membutuhkan lebih extra dan penanganan yang berbeda," ujar Andia S Rahman, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang.
Penyelidikan awal mengenai pemicu kebakaran hebat ini mengarah pada penumpukan sisa material setelah proses produksi di pabrik.
"Biasanya pasca-penggilingan itu ada penumpukan. Nah, proses penumpukan ini kalau misalnya tidak tepat, maka dia bisa membuat bahan tersebut terbakar," kata Mahdiar, Kepala BPBD Kota Tangerang.
Kondisi di lapangan saat ini dipastikan sudah jauh lebih aman meskipun personel gabungan masih disiagakan untuk memantau sisa asap.
"Hari ini, sore ini sudah mendingan. Teman-teman di lokasi sudah gulung selang. Insyaallah dipastikan di lokasi sudah padam," ujar Mahdiar, Kepala BPBD Kota Tangerang.
Petugas juga terus menyisir seluruh area sensitif guna mencegah munculnya kembali titik api baru dari material yang panas.
"Sudah tidak ada. Sekarang lagi kita coba pendinginan di beberapa titik yang masih keluar asap saja," kata Mahdiar, Kepala BPBD Kota Tangerang.
BPBD memastikan bahwa kobaran api berhasil diisolasi sehingga tidak sampai merembet ke kawasan pemukiman warga di sekitarnya.
"Alhamdulillah sudah kita putuskan isolasi kondisi api semalam. Sampai saat ini belum ada laporan dampak api ke area luar dari lokasi. Jadi sementara warga masih aman," tutur Mahdiar, Kepala BPBD Kota Tangerang.
Hingga saat ini pihak berwenang belum bisa menaksir total kerugian materil yang dialami oleh perusahaan sandal tersebut.
"Nilai kerugian akibat insiden tersebut masih dalam proses pendataan dan koordinasi dengan pihak perusahaan, nanti kita sampaikan selanjutnya," pungkas Mahdiar, Kepala BPBD Kota Tangerang.
Sementara itu, insiden kebakaran terpisah juga dilaporkan melanda sebuah rumah tinggal di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa siang sekitar pukul 14.23 WIB.
Petugas pemadam kebakaran langsung mengerahkan unit armada menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga setempat mengenai adanya kepulan asap hitam.
"Objek, rumah tinggal," tulis Command Center Damkar.
Sejumlah personel terus berupaya melokalisasi perambatan api agar tidak meluas ke bangunan di sekitar pemukiman padat tersebut.
"Situasi dan status kebakaran, dalam proses pemadaman-merah," tulis Command Center Damkar.
Di tempat lain, upaya mitigasi dan edukasi bahaya kebakaran dilakukan oleh PT Pertamina EP Jambi dengan melibatkan puluhan jurnalis dalam simulasi tanggap darurat.
Para wartawan diberikan pembekalan mengenai karakteristik penanganan api di wilayah kerja migas serta prosedur keselamatan saat peliputan.
"Kemudian tata cara peliputan aman bagi jurnalis - Jarak aman, penggunaan APD, serta hal yang boleh/tidak boleh diliput saat insiden berlangsung," kata Alfian Mayando, Pjs Field Manajer PT Pertamina EP Field Jambi.
Perusahaan menegaskan pentingnya pemahaman teknis ini agar informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan tidak memicu kepanikan.
“Kami ingin jurnalis paham teknis dasar penanganan kebakaran migas. Dengan begitu pemberitaan lebih berimbang, tidak spekulatif, dan tetap mengedepankan keselamatan. Ini bentuk sinergi Pertamina EP Jambi dengan media sebagai mitra strategis,” kata Alfian Mayando, Pjs Field Manajer PT Pertamina EP Field Jambi.
Salah satu perwakilan jurnalis senior menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru mengenai perbedaan penanganan kebakaran umum dengan area migas.
“Kami jadi tahu zona bahaya, jenis APAR yang dipakai, dan batas aman saat meliput. Ini sangat berguna untuk keselamatan kami di lapangan,” kata Rahmadani, Jurnalis Senior di Jambi.
Dalam rangkaian simulasi tersebut, tim internal juga menguji kecepatan penanganan kebakaran pada fasilitas sumur minyak dengan target yang ketat.
"Targetnya jelas dan keras, sesuai Standar Operasi Pertamina, api harus padam dalam 15 menit," ujar Hakon Sitompul, Officer HSE.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow