Kementerian Agama Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh 18 Mei 2026

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Agama menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 melalui sidang isbat, yang menandai dimulainya momentum bagi umat Islam untuk melaksanakan amalan puasa sunnah di awal bulan tersebut. Ketetapan ini berimplikasi pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Melalui laporan iNews, pelaksanaan puasa sunnah sebelum Idul Adha ini dianjurkan selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Pelaksanaan tersebut terbagi menjadi Puasa Dzulhijjah pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, sementara umat Islam dilarang berpuasa pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah karena merupakan hari tasyrik.

Anjuran ibadah ini memiliki landasan kuat melalui riwayat dari istri-istri Nabi Muhammad SAW mengenai kebiasaan berpuasa di awal bulan Dzulhijjah.

“Rasulullah SAW biasa berpuasa 9 hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa senin pertama dan juga hari kamis di setiap bulannya”. (HR. Abu Dawud).

Pelaksanaan ibadah ini juga didukung oleh penjelasan dari para ahli fiqih mengenai keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah" terbitan Rumah Fiqih Publishing memaparkan bahwa puasa merupakan ibadah spesial yang memberikan kesempatan bagi pelakunya untuk mendapatkan doa yang tidak tertolak.

Selain itu, terdapat hadits riwayat Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah ibn ‘Abbas yang menegaskan besarnya nilai amal saleh pada periode ini dibandingkan dengan jihad.

"مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ" -يَعْنِي عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ -قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: "وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِ位 اللَّهِ، إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ"

Keutamaan berpuasa di bulan ini juga diperkuat oleh pandangan para ulama mengenai urutan bulan-bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan suci Ramadan. Imam As-Syarwani memberikan penegasan mengenai posisi bulan Dzulhijjah di antara bulan-bulan haram lainnya.

أَفْضَلُ الشُّهُوْرِ لِلصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ وَأَفْضَلُهَا الْمُحَرَّمُ، ثُمَّ رَجَبَ ثُمَّ الْحِجَّةُ ثُمَّ الْقَعْدَةُ

Bagi umat Islam yang hendak menjalankan ibadah ini, bacaan niat puasa Dzulhijjah dilafalkan demi memantapkan tujuan ibadah. Setelah menjalani puasa, umat Islam disunnahkan membatalkan puasa dengan makanan atau minuman manis sebelum membaca doa berbuka untuk memulihkan energi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed