Kepala Mossad Pecat Dua Pejabat Senior Setelah Gagal Gulingkan Pemerintah Iran
Direktur badan intelijen Israel, Mossad, Roman Gofman, memecat dua pejabat senior lembaga tersebut setelah rencana penggulingan pemerintah Iran gagal dijalankan, menurut laporan Channel 12 pada 7 Agustus 2026. Dua pejabat yang diberhentikan adalah Kepala Direktorat Intelijen dan Kepala Divisi Iran Mossad, yang keduanya terlibat dalam penyusunan rencana operasional tertulis untuk menggulingkan rezim Republik Islam dengan dukungan kelompok minoritas etnis di Iran, serta memicu protes besar-besaran agar pemerintah mundur. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat membahas rencana ini dalam upaya membujuk Presiden AS Donald Trump melancarkan kampanye militer terhadap Iran pada Februari 2026, sebagaimana dilansir The Times of Israel dan The New York Times.
Menurut laporan, rencana ini melibatkan serangan militer gabungan Israel dan AS, termasuk serangan udara besar-besaran yang diharapkan dapat membuka jalan bagi pasukan Kurdi melalui wilayah perbatasan Irak ke barat laut Iran.
"Tidak pasti hal ini akan terjadi," ujar Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, mengakui kesulitan untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Laporan juga menyebutkan bahwa skenario tersebut mencakup dukungan kepada mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebagai figur pemimpin pasca-runtuhnya rezim. Upaya merekrut Ahmadinejad termasuk pertemuan rahasia dan operasi pembebasan dari tahanan rumah, namun rencana tersebut gagal akibat kebocoran informasi, penolakan kelompok Kurdi dan Turki, serta kondisi Ahmadinejad yang terluka.
Hubungan antara Roman Gofman dan dua pejabat senior yang diberhentikan tersebut sudah tegang sejak awal, dan pemecatan ini dilakukan atas kesepakatan bersama sebagai bagian dari restrukturisasi besar Mossad. "Pemecatan ini merupakan bagian dari perombakan yang lebih luas dalam struktur kepemimpinan dan prioritas Mossad, khususnya dalam menangani isu Iran," kata sumber keamanan yang dikutip Channel 12.
Selain itu, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 21 orang yang diduga sebagai agen Mossad di Provinsi Kerman terkait pengumpulan data intelijen militer serta penyitaan sejumlah senjata api dan amunisi, menambah ketegangan di kawasan. Ketegangan kawasan meningkat setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, diikuti pembalasan rudal dan drone Iran ke pangkalan AS dan target di Israel, serta kegagalan negosiasi keamanan antara Washington dan Teheran pada Juni 2026. Serangan baru AS di dalam wilayah Iran bulan lalu memicu balasan Teheran di berbagai lokasi di Teluk Persia termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow