Kericuhan Antrean Jam Swatch Paksa Penutupan Belasan Toko Global
Kerumunan massa yang membeludak demi mendapatkan koleksi jam tangan terbaru memaksa manajemen Swatch menutup belasan tokonya di Amerika Serikat hingga Inggris secara mendadak demi alasan keselamatan publik pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Lonjakan peminat koleksi Swatch Royal Pop yang berkolaborasi dengan Audemars Piguet tersebut memicu situasi tidak kondusif di beberapa pusat perbelanjaan sejak toko belum dibuka. Dilansir dari yahoo.com, Swatch Amerika Serikat mengonfirmasi sedikitnya 19 toko di negara tersebut harus ditutup lebih awal akibat tingginya permintaan yang mengancam faktor keamanan.
Beberapa lokasi terdampak di antaranya mencakup toko SoHo di New York, Houston Galleria, mal Lenox Square di Atlanta, King of Prussia di Pennsylvania, hingga kawasan Valley Fair. Pihak manajemen melalui media sosial mengimbau masyarakat untuk tidak mendatangi gerai dalam jumlah besar demi menjaga keselamatan konsumen dan staf.
"To ensure the safety of both our customers and our staff in Swatch stores, we kindly ask you not to rush to our stores in large numbers to acquire this product," ujar pihak Swatch melalui akun media sosial mereka pada Sabtu.
Perusahaan menegaskan bahwa produk jam tangan berbahan Bioceramic seharga 400 hingga 420 dolar AS tersebut bukan merupakan produk edisi terbatas dan akan tetap tersedia selama beberapa bulan ke depan.
"The Royal Pop Collection will remain available for several months. In some countries, queues of more than 50 people cannot be accepted, and sales may need to be paused," kata pihak Swatch menambahkan aturan pembatasan antrean.
Kekacauan akibat antrean panjang ini juga terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial. Di Westfield London, pengumuman pembatalan operasional terpaksa disiarkan melalui pengeras suara setelah lebih dari 50 orang berkumpul di depan toko.
"Unfortunately the Swatch store will remain closed for the entire day," bunyi pengumuman pengeras suara di gerai Westfield London tersebut.
Sementara itu, aparat kepolisian di Atlanta juga dikerahkan untuk memblokade pintu masuk mal Lenox Square guna menghalau para calon pembeli yang terus mengular di luar gedung.
"There are no more watches," kata salah satu petugas kepolisian di lokasi kejadian.
Petugas tersebut berusaha menenangkan massa dengan menegaskan kembali status ketersediaan barang yang bukan merupakan rilis terbatas.
"They’ll release some more. This is not a limited release," ujar petugas polisi itu menambahkan.
Kondisi berbeda terjadi di mal Oakbrook Center dekat Chicago, di mana aparat kepolisian harus membelah kerumunan demi mengawal karyawan keluar dari toko yang pintu utamanya telah dibarikade. Menurut unggahan video di lokasi tersebut, toko bersangkutan sebenarnya belum menerima pengiriman barang sama sekali dan terpaksa menempelkan pengumuman tulisan tangan mengenai penutupan toko.
Di wilayah San Jose, dilaporkan oleh nbcbayarea.com bahwa insiden serupa sempat membuat suasana menjadi tidak terkendali sebelum akhirnya toko ditutup. Kepolisian San Jose mengonfirmasi keterlibatan personelnya dalam membantu manajemen kerumunan di area mal Valley Fair, meski mereka memastikan tidak ada insiden kekerasan yang terjadi selama pembubaran antrean tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow