Kericuhan Suporter Warnai Laga Penutup Ligue 1 di Nantes
Pertandingan pekan ke-34 sekaligus laga penutup Ligue 1 antara Nantes melawan Toulouse pada Minggu (17/5/2026) terpaksa dihentikan secara permanen setelah suporter tuan rumah menyerbu masuk ke dalam lapangan pada menit ke-22. Aksi anarkistis ini dipicu oleh kemarahan pendukung atas performa buruk Nantes yang sudah dipastikan terdegradasi ke Ligue 2 untuk musim depan.
Kericuhan bermula dari tribun Loire saat ratusan ultras yang mayoritas mengenakan penutup wajah mulai melemparkan berbagai proyektil seperti gelas plastik dan suar ke arah lapangan. Wasit Stéphanie Frappart langsung menghentikan pertandingan demi keselamatan, sementara para pemain dan perangkat pertandingan segera dievakuasi menuju ruang ganti.
Di tengah situasi kacau tersebut, pelatih Nantes yang juga mantan pemain legendaris klub, Vahid Halilhodžić, sempat menghampiri para suporter untuk meluapkan amarah serta kesedihannya melihat situasi klub yang terpuruk. Laga ini sedianya menjadi momen terakhir bagi pria asal Bosnia tersebut yang telah mengumumkan pensiun dari dunia kepelatihan setelah berkarier selama 36 tahun.
Setelah aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi, Halilhodžić terlihat terduduk di lorong ruang ganti sambil menangis, namun dirinya tetap bersikeras agar pertandingan dapat dilanjutkan kembali setelah terhenti selama sekitar 15 menit.
"Oh c'est bon, je connais la guerre, c'est rien ça" cetus Vahid Halilhodžić, Pelatih FC Nantes kepada salah satu perangkat pertandingan dalam upayanya membujuk otoritas agar laga tetap berjalan.
Kendati demikian, desakan tersebut ditolak oleh otoritas setempat setelah menggelar rapat darurat. Sel krisis yang terdiri dari perwakilan kedua klub, Prefek Loire-Atlantique, dan utusan kepolisian nasional secara resmi memutuskan untuk menghentikan pertandingan secara total demi alasan keamanan.
Sementara itu, dari rangkaian pertandingan pekan terakhir Ligue 1 lainnya, persaingan sengit memperebutkan tiket kompetisi Eropa juga memakan korban. Olympique Lyonnais (OL) dipastikan gagal lolos langsung ke fase grup Liga Champions setelah menelan kekalahan telak 0-4 saat menjamu RC Lens di markas mereka.
Hasil buruk di kandang tersebut membuat anak asuh Paulo Fonseca harus puas finis di peringkat keempat klasemen akhir Ligue 1 dan wajib melalui babak playoff pada Agustus mendatang demi mengamankan tiket Liga Champions. Jika gagal pada fase krusial tersebut, Lyon akan turun kasta ke Liga Europa bersama Olympique de Marseille (OM) yang sukses mengamankan posisi setelah menang 3-1 atas Stade Rennais melalui arahan Habib Beye.
Untuk posisi tiga besar, juara bertahan Paris Saint-Germain bersama sang runner-up RC Lens resmi menggenggam tiket otomatis ke Liga Champions, diikuti oleh LOSC Lille yang mengamankan peringkat ketiga meskipun menderita kekalahan dari Auxerre. Di sisi lain, Stade Rennais yang takluk di Velodrome harus rela bermain di Liga Conference musim depan, dengan catatan posisi mereka dan Monaco masih bergantung pada hasil final Piala Prancis antara RC Lens melawan OGC Nice.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow