Senat AS Konfirmasi Kevin Warsh Jadi Ketua Federal Reserve
Senat Amerika Serikat resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve ke-17 pada Rabu, 13 Mei 2026, untuk menggantikan Jerome Powell di tengah tekanan inflasi yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Warsh terpilih melalui pemungutan suara dengan hasil 54-45 yang sangat partisan, di mana hanya Senator Demokrat John Fetterman yang memberikan dukungan lintas partai. Penunjukan ini terjadi saat indeks harga konsumen (CPI) April melonjak 3,8 persen, merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Mantan Ketua Fed Jerome Powell memberikan ucapan selamat dalam konferensi pers terakhirnya bulan lalu sembari menyatakan kesiapan untuk membantu transisi kepemimpinan. Powell tetap mempertahankan kursi di dewan gubernur untuk sementara waktu guna memantau perkembangan investigasi internal.
"threats and ongoing pressure" ujar Jerome Powell, Mantan Ketua Fed.
Pernyataan tersebut merujuk pada tekanan politik yang dihadapi bank sentral selama masa jabatan Powell. Di sisi lain, Kevin Warsh yang dijadwalkan menjabat mulai 15 Mei 2026, diprediksi akan membawa perubahan signifikan termasuk pengurangan neraca Fed sebesar 6,7 triliun dolar AS dan pengurangan frekuensi rapat kebijakan.
Kondisi ekonomi AS saat ini sedang tertekan setelah Departemen Perdagangan melaporkan penjualan ritel April hanya tumbuh 0,5 persen, melambat tajam dari 1,6 persen pada Maret. Survei Universitas Michigan juga mencatat indeks sentimen konsumen turun ke angka 48,2 pada Mei 2026, rekor terendah sejak survei dimulai tahun 1952.
Tekanan inflasi juga merambah ke pasar obligasi dengan imbal hasil (yield) surat utang negara AS tenor 30 tahun yang menembus angka 5,046 persen pada lelang 13 Mei. Ini merupakan pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir yield tersebut melewati ambang batas psikologis 5 persen.
Rapat pertama Warsh sebagai Ketua Fed dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni mendatang. Pasar kini memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan tetap tinggi atau bahkan menaikkannya jika tekanan harga energi akibat perang terus memburuk.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow