Klub Raksasa Eropa Berebut Kontrak Ayyoub Bouaddi dari Lille
Gelandang remaja Lille Ayyoub Bouaddi memicu perebutan transfer di antara klub-klub raksasa Liga Inggris dan Eropa setelah menunjukkan penampilan memukau untuk tim nasional Maroko di Piala Dunia pada Juli 2026.
Pemain berusia 18 tahun tersebut menarik minat serius dari Arsenal, Manchester City, Chelsea, dan Manchester United setelah berhasil membawa Maroko lolos ke babak 16 besar untuk menghadapi Kanada pada Sabtu.
Lille menetapkan dua skema harga untuk Bouaddi, yakni sebesar 100 juta euro atau 86 juta poundsterling bagi klub yang ingin langsung membawanya, atau potongan harga menjadi 75 hingga 80 juta euro jika bersedia meminjamkannya kembali ke Lille selama satu musim.
Arsenal, Manchester City, dan Chelsea dilaporkan siap menerima syarat peminjaman kembali tersebut demi memenangkan persaingan transfer, sementara Manchester United terus melakukan pemantauan intensif setelah gagal mendaratkan target utama mereka di Liga Inggris.
"Anyone who has watched him at Lille knows his level," ujar Hassan Kachloul, mantan pemain internasional Maroko kepada BBC Sport.
Kachloul menambahkan bahwa gelandang bertinggi badan 185 sentimeter itu memiliki kepercayaan diri dan aura yang kuat di lapangan pertandingan.
"Against players like Casemiro, Lucas Paqueta and Bruno Guimaraes, he showed not just quality but personality - a kind of positive arrogance. He had confidence, a great aura and a strong presence on the pitch. He thrives in that environment." kata Hassan Kachloul, mantan pemain internasional Maroko.
Jurnalis sepak bola Maroko Amine el Amri turut memberikan pandangannya mengenai ketertarikan klub-klub besar Premier League terhadap talenta muda Lille tersebut.
"It is natural that a player that is having such a good World Cup is being linked with big clubs." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Menurut El Amri, periode ini menjadi fase krusial bagi perkembangan sang pemain yang baru berpindah kewarganegaraan dari Prancis ke Maroko pada Mei lalu.
"However, that makes it a delicate period in his development because he needs to keep his feet on the ground and not to be taken out of his context - he is 18 years old." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Klub-klub Inggris kini dinilai lebih fokus pada keahlian sepak bola dan kemampuan fisik sang pemain dibandingkan faktor pengalaman semata.
"Premier League clubs are now targeting younger players, it is not just about experience, it is how good you are in terms of footballing skill. It is also about physicality so I think he has got all those attributes." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
El Amri memuji potensi besar yang dimiliki Bouaddi untuk menjadi salah satu gelandang terbaik di masa depan.
"He has the potential to be one of the best midfielders ever in the game, not just for Morocco," kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Sang pemain dinilai memiliki kemiripan gaya bermain dengan mantan gelandang Spanyol dan Barcelona, Sergio Busquets, karena ketenangannya saat menguasai bola dan melakukan tekanan.
"He has such talent but he has to keep his cool and his feet on the ground. You can't be a star if you don't work hard enough." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Karakteristik Bouaddi yang jarang melakukan pelanggaran berat dinilai menjadikannya sosok gelandang yang lengkap di lapangan.
"At first glance, he reminds you a lot of [former Spain and Barcelona midfielder] Sergio Busquets. He is very tall but also not very muscular. Normally you would get players with muscles in the number six or eight position." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Selain performa di lapangan hijau, kecerdasan akademis Bouaddi yang memiliki diploma sekolah menengah di bidang matematika dan fisika membuatnya sangat disukai di negaranya.
"What he does best is keep his cool when he has the ball and when he is pressing. He doesn't commit a lot of fouls, which is what made Busquets a complete midfielder." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Masyarakat Maroko sangat mengidentifikasi diri dengan kepribadian baik yang ditunjukkan oleh sang pemain muda.
"Everybody loves Bouaddi in Morocco. Not just because he is such a good player but off the field he is - as we say - the perfect son in law." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Kemampuan akademik yang tinggi menjadi bukti kecerdasan intelektual luar biasa yang dimiliki oleh gelandang andalan Lille tersebut.
"He gained his high school diploma in mathematics and physics which shows the intelligence and IQ of this player." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Kombinasi kemampuan sepak bola dan kepribadiannya dinilai menjadi modal kuat bagi Bouaddi.
"He has got what it takes to be not only be a fantastic player but a very good human being too and people in Morocco identify with that." kata Amine el Amri, jurnalis sepak bola Maroko.
Laporan dari Sky Sports menyebutkan bahwa pemantauan lebih lanjut telah dilakukan oleh manajemen Setan Merah pekan ini menjelang pertandingan babak gugur Maroko melawan Kanada.
"United are believed to have made further checks on Lille and Morocco midfielder Bouaddi this week as the 18-year-old continues to impress at the World Cup and prepares for a last-16 meeting with Canada on Saturday." demikian dilansir dari Sky Sports.
Hingga saat ini, manajemen Manchester United masih mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran resmi kepada Lille demi mengamankan jasa pemain muda tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow