Klub ISL Ancam Tinjau Ulang Partisipasi Akibat Ketidakpastian Liga
Lima klub Liga Super India (ISL) mengancam akan meninjau ulang partisipasi mereka dalam kompetisi akibat ketidakpastian struktur jangka panjang dan masa depan komersial sepak bola di negara tersebut pada Jumat, 22 Mei 2026.
Pernyataan bersama yang dirilis melalui unggahan Instagram tersebut muncul di tengah ketegangan antara federasi sepak bola India (AIFF) dan mitra dewan, Football Sports Development Limited (FSDL), terkait masalah kontraktual yang belum terselesaikan.
"With deep concern and disappointment, the clubs of the Indian Super League wish to state that, given the continued uncertainty surrounding professional football in India, we are now compelled to review the extent of our commitment to the league beyond the current season," ujar pernyataan bersama klub-klub ISL.
Klub-klub menegaskan bahwa investasi terus mengalir meski dalam situasi sulit, namun tidak adanya kejelasan finansial membuat komitmen operasional berkelanjutan menjadi semakin sulit dipertahankan oleh para pemilik modal.
"Our clubs have consistently invested in Indian football, often in difficult and uncertain circumstances, and remain deeply committed to its future. However, the continued absence of structural certainty, commercial clarity and long-term visibility has made it increasingly difficult to justify the financial and operational commitments required to compete sustainably," kata pernyataan bersama klub-klub ISL.
Meskipun melihat adanya fondasi yang kuat untuk perkembangan sepak bola India, pihak klub menyatakan kekecewaan mendalam atas ketidakpastian struktur yang terus dihadapi oleh mereka yang mendanai dan mempromosikan liga.
"Indian football has the foundation to be far greater than it is today. It is therefore disappointing that those who have built, funded, promoted and sustained the league continue to face uncertainty over the very structure within which they are expected to operate," tambah pernyataan bersama klub-klub ISL.
Untuk itu, asosiasi klub mendesak AIFF agar mengevaluasi model alternatif yang kredibel demi menciptakan kerangka kerja liga yang inklusif serta berkelanjutan secara finansial bagi seluruh pemangku kepentingan.
"At the heart of Indian football's future must be a financially sustainable league. The clubs have proposed an alternative model which we believe is credible, constructive and worthy of being evaluated on merit, alongside any other proposal before the AIFF. We urge the AIFF to acknowledge the realities faced by those funding and operating the league, and work collaboratively towards a framework that is sustainable, inclusive and built with all stakeholders in mind," lanjut pernyataan bersama klub-klub ISL.
Kondisi finansial liga musim ini dilaporkan sangat menantang bagi manajemen internal tim peserta, dengan adanya penundaan pembayaran hak pemain hingga pemutusan kontrak.
"Owners know that it is impossible to breakeven but they would at least like to be told there is light at the end of the tunnel, however long that tunnel is," kata seorang CEO klub yang meminta anonimitas demi menjaga hubungan baik.
Ketidakjelasan masa depan kompetisi ini juga berdampak langsung pada keputusan strategis tim teknis, termasuk kontrak para pelatih di liga utama India.
"the lack of clarity about the next season is why he would be stepping away," ujar Oscar Bruzon, Pelatih East Bengal.
Di sisi lain, internal AIFF juga menghadapi tantangan hukum setelah adanya keberatan resmi dari anggota komite eksekutif mengenai penyelenggaraan Sidang Umum Luar Biasa (SGM).
“…the AIFF despite adopting the said Constitution as directed by Hon’ble Supreme Court … has called for a SGM without filling the vacancies for eminent sportspersons and thus is in violation both of its own Constitution and also in contempt of the judgment of the Hon’ble Supreme Court,” kata Valanka Alemao, Anggota Komite Eksekutif AIFF.
Tuntutan hukum tersebut berfokus pada pemenuhan kuorum anggota badan umum yang harus menyertakan perwakilan mantan pemain menonjol sesuai aturan yang telah ditetapkan Mahkamah Agung.
“…the SGM cannot be held without completing the quorum of general body members as per Article 20 of the AIFF Constitution (as approved by the Hon’ble Supreme Court)," tegas Valanka Alemao, Anggota Komite Eksekutif AIFF.
Dalam dinamika hak komersial, perusahaan asal Inggris, Genius Sports, telah mengajukan tawaran tertinggi sebesar 64,4 crore rupee per tahun untuk hak siar ISL dan Piala Federasi.
Namun, klub-klub ISL mengajukan proposal berbeda agar Genius Sports hanya bertindak sebagai mitra teknologi dan data, sementara 90 persen keuntungan ekonomi struktur liga dikuasai oleh klub.
Pihak pejabat tinggi AIFF dijadwalkan mengadakan pertemuan langsung dengan para pemilik serta perwakilan klub ISL untuk membahas polemik hak komersial ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow