Ketegangan Politik dan Protes Suporter Bayangi Real Madrid
Situasi internal Real Madrid memanas setelah kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, terlibat perselisihan publik dengan pemimpin partai sayap kanan National Rally (RN), Jordan Bardella, pada Rabu, 13 Mei 2026. Ketegangan ini muncul bersamaan dengan gelombang protes suporter di Stadion Santiago Bernabeu yang menuntut perombakan manajemen klub.
Perselisihan politik bermula dari kekhawatiran Mbappe terhadap potensi kemenangan kelompok Marine Le Pen pada pemilu mendatang dalam wawancara dengan Vanity Fair. Pemain yang baru pindah ke Spanyol tersebut menyoroti dampak besar bagi masa depan negara jika kelompok tersebut berkuasa.
"Saya tahu apa artinya dan apa konsekuensi yang bisa terjadi bagi negara saya ketika orang-orang seperti mereka berkuasa," kata Kylian Mbappe, penyerang timnas Prancis.
Mbappe menegaskan pemahamannya mengenai dinamika politik nasional Prancis dalam laporan yang dilansir dari Reuters dan The Guardian. Ia merasa perlu menyuarakan implikasi serius dari situasi politik saat ini.
"Saya tahu apa artinya dan apa konsekuensi yang bisa ditimbulkannya bagi negara saya ketika orang-orang seperti mereka berkuasa," ujar Kylian Mbappe.
Pernyataan tersebut segera direspons oleh Jordan Bardella yang menyindir pencapaian Paris Saint-Germain setelah kepergian Mbappe. Di sisi lain, juru bicara partai RN, Julien Odoul, menekankan bahwa posisi Mbappe sebagai kapten tim nasional seharusnya menuntut sikap netralitas politik.
Kritik dari lingkaran politik Prancis ini bertepatan dengan atmosfer toksik di markas Real Madrid saat menjamu Real Oviedo pada Kamis malam. Presiden klub Florentino Perez terekam kamera terlibat adu mulut langsung dengan suporter di tribun saat para pemain melakukan prosesi jabat tangan sebelum laga dimulai.
Petugas keamanan stadion kemudian melakukan penyitaan terhadap berbagai spanduk yang berisi kecaman terhadap kepemimpinan Perez. Dilansir dari Goal, materi yang disita termasuk tulisan bertajuk "Florentino, go now" dan "Florentino, guilty" sebagai bentuk mosi tidak percaya penggemar.
Kekecewaan suporter tidak hanya menyasar manajemen, tetapi juga ditujukan kepada para pemain bintang di lapangan. Kylian Mbappe dan Vinicius Junior menjadi sasaran cemoohan serta siulan penonton setiap kali menyentuh bola akibat performa buruk tim musim ini.
Pelatih Real Oviedo, Guillermo Almada, turut mengomentari atmosfer luar biasa di stadion tersebut dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Ia merasa heran dengan tekanan yang diterima para pemain bintang Madrid namun memuji apresiasi penonton terhadap Santi Cazorla.
"Me dejó conforme la entrega de los futbolistas, aunque me hubiese gustado regalar un resultado positivo a nuestra afición," kata Guillermo Almada, pelatih Real Oviedo.
Almada menjelaskan bahwa keputusan menempatkan pemain veteran tersebut sebagai cadangan merupakan langkah strategis yang sudah didiskusikan sebelumnya. Keputusan itu diambil agar sang pemain bisa mendapatkan momen perpisahan yang tepat di hadapan pendukung sendiri.
"Lo habló con él y prefirió despedirse de la gente como titular en el Tartiere y participar hoy. Fue una decisión consensuada con él," ujar Guillermo Almada.
Kondisi di ruang ganti Real Madrid juga dilaporkan mengalami keretakan menyusul perselisihan fisik antara Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde. Ketegangan ini menambah panjang daftar krisis yang harus dihadapi klub di tengah pengumuman rencana pemilihan presiden klub dalam waktu dekat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow