Krisis Migrasi Ceuta Memburuk Ribuan Orang Menyeberang dari Maroko

Smallest Font
Largest Font

Ribuan migran melintasi batas wilayah dari Maroko menuju wilayah enklave Spanyol di Ceuta pada Kamis, 30 Juli 2026. Gelombang penyeberangan massal melalui jalur darat dan laut tersebut menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas serta memicu situasi darurat nasional. Eskalasi lonjakan kedatangan dimulai sejak tengah hari setelah puluhan orang sempat berenang melintasi batas perbatasan pada dini hari.

Ribuan orang menerobos jalur darat serta mengarungi perairan di sekitar tanggul batas perbatasan El Tarajal untuk mencapai daratan Spanyol. Pemerintah Spanyol menerjunkan unit Angkatan Darat yang bertugas di Ceuta untuk membantu personel Garda Sipil menanganani situasi di lapangan. Kendati demikian, fasilitas penampungan Pusat Tahanan Sementara Imigran (CETI) dan pusat penanganan anak di bawah umur dilaporkan telah melebihi kapasitas operasional.

Jumlah korban jiwa yang ditemukan tim penyelamat terus bertambah sepanjang hari. Petualangan melintasi perairan perbatasan merenggut nyawa belasan orang yang diduga mengalami asfiksia akibat tenggelam saat mencoba mencapai pantai.

Kapal penyelamat Salvamar Atria menemukan jenazah pertama di laut pada Kamis pagi. Tak lama kemudian, petugas dari Layanan Maritim Garda Sipil menemukan 14 jenazah tambahan di kawasan perairan perbatasan El Tarajal, dilanjutkan dengan penemuan enam jenazah lainnya pada sore hari. Tambahan temuan tersebut meningkatkan akumulasi korban tewas di pesisir Ceuta menjadi 45 orang sepanjang tahun 2026, dengan 26 korban jiwa di antaranya ditemukan selama bulan Juli. Lembaga kemanusiaan memperkirakan angka kematian sebenarnya di jalur perairan tersebut dapat melebihi 30 jiwa.

Presiden Kota Otonom Ceuta, Juan Jesus Vivas, meminta Pemerintah Pusat Spanyol untuk menetapkan status darurat nasional dan mengambil alih komando penanganan krisis. Vivas mengimbau warga setempat untuk tetap tenang dan bersatu menghadapi situasi krisis perbatasan ini. Perkembangan di Ceuta turut memicu reaksi keras secara internasional. Pemerintah Italia mengusulkan penangguhan area Schengen bagi Spanyol, sementara Pemerintah Spanyol memanggil Duta Besar Italia untuk menyampaikan protes atas usulan tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed