Kurs Dolar AS di Bank Mandiri Naik Menjadi Rp17.944 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Bank Mandiri dibuka melemah ke level Rp17.944 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026 pagi. Pelemahan mata uang Garuda ini sejalan dengan kondisi pasar spot yang tertekan sejak pembukaan pasar keuangan.
Berdasarkan data pasar spot pada pukul 09.05 WIB, rupiah mencatatkan penurunan sebesar 37 poin atau setara 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Di saat yang sama, indeks dolar AS terpantau menguat 0,14 poin atau 0,13 persen menuju level 101.323.
Kondisi ini menunjukkan kelanjutan tren negatif dari perdagangan hari sebelumnya. Pada Selasa, 30 Juni 2026, nilai tukar rupiah juga sempat turun 37 poin ke level Rp17.888 per dolar AS pada pagi hari, sebelum akhirnya bergerak ke level Rp17.883 per dolar AS pada pukul 11.20 WIB.
Perbandingan Pergerakan Nilai Tukar Pasar Spot
Tekanan terhadap mata uang lokal ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang memicu penguatan indeks dolar AS secara berkala dalam dua hari terakhir perdagangan.
Data Pergerakan Rupiah Dua Hari Terakhir
Berikut adalah rincian pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdasarkan pengamatan aktivitas pasar spot terkini:
Pelemahan yang konsisten dalam dua hari berturut-turut ini memengaruhi penetapan kurs dasar di perbankan nasional, termasuk Bank Mandiri, yang terus memperbarui angka referensi valuta asingnya bagi nasabah.
Pergerakan ini memicu penyesuaian harga beli dan harga jual dolar AS bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi valas di kantor cabang maupun platform digital resmi milik korporasi.
| Tanggal Perdagangan | Waktu Pemantauan | Nilai Tukar per Dolar AS | Perubahan Indeks Dolar |
|---|---|---|---|
| 30 Juni 2026 | 09.05 WIB | Rp17.888 | Naik 0,15% |
| 30 Juni 2026 | 11.20 WIB | Rp17.883 | – |
| 1 Juli 2026 | 09.05 WIB | Rp17.944 | Naik 0,14 poin (0,13%) |
Dampak Pasar Modal Terhadap Perbankan
Pelemahan mata uang rupiah ini juga berjalan selaras dengan koreksi yang terjadi di sektor pasar modal domestik pada penutupan semester pertama kemarin.
Dilansir dari Investor.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 2,61 persen ke level 5.668,84 pada akhir perdagangan 30 Juni 2026. Penurunan indeks ini turut menyeret saham-saham blue chip di sektor perbankan.
Sebagai gambaran situasi pasar, saham perbankan besar lain seperti PT Bank Central Asia Tbk bahkan sempat terjun bebas sebesar 6,33 persen di tengah sentimen negatif pasar tersebut.
Harga komoditas dan nilai tukar valuta asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari perbankan atau pemerintah sebelum melakukan transaksi keuangan.
Penurunan kinerja pasar modal dan melemahnya nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi aktivitas konversi valas untuk kebutuhan korporasi maupun individu di Bank Mandiri sepanjang hari ini.
Pihak perbankan sendiri senantiasa melakukan pembaruan nilai kurs secara berkala di ruang dealing room mereka guna mengantisipasi volatilitas pasar yang dinamis sepanjang jam operasional perdagangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow