Kurs Dolar AS di BNI Bergerak Melemah ke Rp17.813 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Bank Negara Indonesia atau BNI bergerak melemah tipis ke level Rp17.813 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi (22/6/2026). Data perbankan menunjukkan angka tersebut terdepresiasi sebesar 9 poin atau setara 0,05 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Pelemahan mata uang garuda ini sejalan dengan kondisi mayoritas mata uang di Asia yang juga dibuka memerah terhadap dolar AS. Pergerakan nilai tukar yang digunakan di bank mengacu pada sistem core banking saat terjadi transaksi keuangan.
Bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi valuta asing di BNI, bank menyediakan beberapa jenis tipe rate kurs perbankan. Tipe tersebut meliputi Bank Notes untuk transaksi fisik, DD/TT, serta e-Rate untuk transaksi digital.
Nasabah dapat memanfaatkan kurs e-Rate yang digunakan untuk transaksi melalui aplikasi digital perbankan BNI guna mendapatkan nilai tukar terkini. Nilai tukar mata uang tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tergantung kondisi pasar keuangan.
Daftar Mata Uang Asing Perbankan Nasional
Selain mata uang dolar Amerika Serikat, perbankan nasional termasuk BNI juga melayani transaksi untuk berbagai mata uang asing utama global lainnya. Berikut adalah daftar mata uang asing yang umumnya memiliki pergerakan kurs aktif di perbankan nasional:
- USD (Dolar Amerika Serikat)
- SGD (Dolar Singapura)
- AUD (Dolar Australia)
- EUR (Euro)
- CNY (Yuan China)
- HKD (Dolar Hongkong)
- GBP (Poundsterling Inggris)
- JPY (Yen Jepang)
- CAD (Dolar Kanada)
- NZD (Dolar Selandia Baru)
- MYR (Ringgit Malaysia)
- THB (Baht Thailand)
- SAR (Riyal Arab Saudi)
- KRW (Won Korea)
Perbandingan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Kondisi pergerakan nilai tukar rupiah terpantau mengalami tekanan sejak penutupan perdagangan akhir pekan lalu sebelum berada di posisi pagi ini. Berdasarkan data perdagangan pasar spot, berikut merupakan perbandingan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS:
Referensi data berikut menggambarkan fluktuasi nilai tukar pasar sebelum bertransaksi di kantor cabang maupun platform digital perbankan.
| Periode Perdagangan | Nilai Tukar Rupiah per Dolar AS | Perubahan Poin |
|---|---|---|
| Penutupan Akhir Pekan Lalu | Rp17.801 | Melemah 7 poin |
| Posisi Terendah Akhir Pekan | Rp17.849 | Merosot 55 poin |
| Pembukaan Senin Pagi (22/6/2026) | Rp17.813 | Melemah 9 poin |
Kurs mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu secara real-time. Berbelanja valuta asing dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari sistem perbankan sebelum melakukan transaksi finansial.
Faktor Penyebab Rupiah Turun Hari Ini
Berdasarkan laporan pasar keuangan, indeks dolar AS bergerak stagnan di level 100,84 yang dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral global. Bank sentral AS atau Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuan mereka di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Sentimen suku bunga masih membayangi pasar karena sembilan dari 19 pembuat kebijakan Fed memperkirakan setidaknya ada satu kali kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun. Hal ini memicu depresiasi mata uang regional Asia, termasuk Yen Jepang yang terdepresiasi 0,16%, won Korea melemah 0,43%, ringgit Malaysia melemah 0,24%, dan yuan China melemah 0,05%.
Faktor internal dari dalam negeri turut memengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Lembaga MSCI mengeluarkan laporan Global Market Accessibility Review terbaru yang resmi menurunkan peringkat kriteria arus informasi Indonesia menjadi negatif akibat isu transparansi struktur kepemilikan saham.
Prediksi Kurs Dollar Terhadap Rupiah
Berdasarkan analisis pergerakan pasar, proyeksi nilai tukar rupiah untuk perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif. Tekanan eksternal dari kebijakan The Fed dan sentimen regional membuat mata uang domestik rentan melanjutkan koreksi.
Mata uang rupiah pada perdagangan hari ini berisiko ditutup melemah pada kisaran rentang harga antara Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS. Para pelaku pasar dan nasabah disarankan terus memantau pergerakan harga valas secara berkala melalui kanal resmi perbankan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow