Kurs Dolar AS di BRI Menguat ke Rp18.245 Per Selasa 9 Juni 2026
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menetapkan kurs dolar AS yang menguat hingga menyentuh level Rp18.245 untuk posisi jual pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026 pagi ini.
Kondisi ini terjadi seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih tertahan di zona merah akibat tekanan pasar global yang melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun dari laporan analis Doo Financial Futures, mata uang rupiah sebelumnya sempat ditutup melemah 0,39 persen ke level Rp18.126 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi.
Rincian Kurs Dolar AS di BRI Hari Ini
BRI menerapkan beberapa skema nilai tukar mata uang asing yang terbagi ke dalam kategori e-Rate dan TT Counter untuk melayani transaksi para nasabahnya.
Nilai Tukar Kategori e-Rate dan TT Counter
Melansir data resmi kurs mata uang asing hari ini, BRI menetapkan harga jual dolar AS untuk kategori e-Rate pada level Rp18.185 dan harga beli sebesar Rp18.153.
Sementara itu, untuk transaksi melalui TT Counter, harga jual dolar AS dipatok lebih tinggi mencapai Rp18.245 dengan harga beli yang berada di posisi Rp18.045.
Nasabah yang ingin melakukan transaksi valuta asing dapat melakukan cek kurs rupiah hari ini BCA BRI Mandiri BNI sebagai bahan referensi perbandingan harga.
Berikut adalah data perbandingan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dari beberapa bank besar nasional berdasarkan pembaruan data terakhir:
| Nama Bank | Jenis Kurs | Harga Jual (Rp) | Harga Beli (Rp) |
|---|---|---|---|
| BRI | e-Rate | 18.185 | 18.153 |
| BRI | TT Counter | 18.245 | 18.045 |
| BCA | e-Rate | 18.175 | 18.155 |
| BCA | TT Counter | 18.190 | 17.915 |
| BCA | Bank Notes | 18.190 | 17.690 |
| Bank Mandiri | Special Rate | 18.140 | 18.110 |
Faktor Penyebab Rupiah Melemah Terhadap Dolar
Tekanan yang terjadi pada mata uang domestik tidak terlepas dari pergerakan perkiraan nilai tukar rupiah yang diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.
Kondisi pasar keuangan regional menunjukkan bahwa sebagian besar mata uang Asia turut mengalami koreksi serentak terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Kondisi Mata Uang Kawasan Asia
Daftar mata uang di Asia yang tercatat mengalami pelemahan bersama rupiah meliputi beberapa negara berikut:
- Ringgit Malaysia melemah sebesar 0,94 persen
- Dolar Taiwan mengalami penurunan 0,43 persen
- Peso Filipina terkoreksi sebesar 0,33 persen
- Baht Thailand melemah hingga 0,19 persen
- Yen Jepang turun tipis 0,04 persen
Di sisi lain, terdapat beberapa mata uang Asia yang berhasil menguat, di antaranya Rupee India sebesar 0,89 persen, Won Korea 0,52 persen, Yuan China 0,07 persen, dan Dolar Singapura 0,01 persen, sedangkan Dolar Hong Kong terpantau stagnan.
Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah atau institusi perbankan terkait.
Pelaku pasar domestik kini terus memantau pergerakan eksternal guna mengantisipasi volatilitas nilai tukar yang dapat memengaruhi biaya logistik dan operasional korporasi di Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow