Kurs Dolar AS di BRI Hari Ini Sentuh Rp18.075 Menyusul Pelemahan Rupiah Sekaligus Suntikan Likuiditas Himbara

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar AS di BRI hari ini Minggu 28 Juni 2026 terpantau bergerak di kisaran harga beli Rp17.730 hingga harga jual Rp18.075 per dolar AS. Posisi ini menempatkan nilai tukar rupiah melemah dan tetap berada di bawah tekanan setelah mata uang asing tersebut menembus angka psikologis baru.

Kondisi pasar finansial dalam beberapa hari terakhir memicu lonjakan harga dolar di bank secara signifikan bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum. Berdasarkan pemantauan perbankan nasional, fluktuasi nilai tukar ini mengikuti sentimen penutupan pasar pada akhir pekan.

Sebelumnya, data Bloomberg pada Jumat 26 Juni 2026 mencatat dolar AS merangkak naik sejak pembukaan pagi dan sempat menyentuh angka Rp17.978. Nilai transaksi umum di pasar spot saat itu bergerak pada rentang harga beli Rp17.800 hingga Rp17.848 dengan level jual mencapai Rp18.000.

Memasuki akhir pekan pada Sabtu 27 Juni 2026, pergerakan kurs mata uang asing di sejumlah bank besar nasional mulai menunjukkan penyesuaian harga baru yang lebih tinggi. Nilai tukar beli dolar AS dipatok pada kisaran Rp17.730 hingga Rp17.970, sedangkan harga jual stabil di rentang Rp17.845 hingga Rp18.075.

Tren kenaikan ini meluas setelah beberapa bank besar nasional mulai mematok harga jual dolar AS menembus angka psikologis Rp18.000 sejak Kamis 25 Juni 2026. Situasi tersebut membuat publik bertanya-tawan mengenai "penyebab rupiah turun terhadap dolar" secara beruntun selama beberapa hari kerja berturut-turut.

Berikut adalah rincian perbandingan harga beli dan harga jual dolar AS terhadap rupiah di pasar perbankan besar nasional berdasarkan data pergerakan terakhir:

Daftar Pergerakan Kurs Dolar AS terhadap Rupiah di Bank Besar Nasional
Tanggal ReferensiRentang Harga Beli (Rp)Rentang Harga Jwal (Rp)
25 Juni 2026Mencapai > Rp18.000
26 Juni 2026Rp17.800 – Rp17.848Mencapai Rp18.000
27 Juni 2026Rp17.730 – Rp17.970Rp17.845 – Rp18.075

Injeksi Dana Pemerintah ke Bank Himbara

Guna merespons volatilitas pasar dan menjaga stabilitas perbankan, pemerintah secara resmi memutuskan untuk melakukan langkah intervensi likuiditas makro. Pada Minggu 28 Juni 2026, pemerintah memutuskan untuk menyuntikkan kembali pendanaan likuiditas dengan total mencapai Rp400 triliun ke bank Himbara.

Kebijakan penempatan dana ini memicu pertanyaan di kalangan pengamat keuangan mengenai "kenapa pemerintah suntik dana ke bank himbara" di tengah situasi pasar saat ini. Suntikan likuiditas tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur modal perbankan pelat merah dalam menghadapi tekanan eksternal global.

Rincian alokasi suntikan dana likuiditas Rp400 triliun dari kantong pemerintah diatur ke dalam beberapa skema penempatan strategis berikut:

  • Mengembalikan sisa dana menjadi sebesar Rp200 triliun untuk penempatan jangka panjang.
  • Menambahkan dana sebesar Rp100 triliun khusus untuk jangka waktu pendek sekitar 3 hingga 4 bulan.
  • Menambahkan plafon sebesar Rp100 triliun (atau fleksibel di rentang Rp75 triliun hingga Rp100 triliun) agar pengelolaan likuiditas lebih fleksibel.

Target distribusi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) tersebut akan dialokasikan ke lima bank Himbara utama secara merata. Lembaga keuangan yang menerima aliran dana ini meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.

Konteks Historis Alokasi Dana SAL Pemerintah

Kurs Dollar-Rupiah di BRI Hari ini, Senin 25 Juli 2022 | Sonora FM Bangka

Langkah suntikan dana pada pertengahan tahun ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kebijakan pengelolaan fiskal yang telah berjalan sejak akhir tahun lalu. Laporan keuangan mencatat pemerintah mengguyur dana sebesar Rp200 triliun ke bank Himbara pada September 2025.

Selanjutnya, pada November 2025 pemerintah menambah suntikan dana sebesar Rp75 triliun, sehingga total dana SAL di perbankan sempat menyentuh angka Rp275 triliun. Memasuki awal tahun 2026, pemerintah menarik kembali atau menyerok dana SAL di bank Himbara sebesar Rp75 triliun.

Beberapa bulan setelah awal tahun atau memasuki pertengahan tahun 2026, pemerintah kembali mengguyur dana segar sebesar Rp100 triliun ke bank Himbara. Namun, dua pekan sebelum tanggal 28 Juni 2026, pemerintah menarik kembali dana SAL tersebut secara bertahap hingga hanya menyisakan dana Rp170 triliun di sana.

Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah atau lembaga keuangan terkait.

Penempatan kembali dana SAL dengan total Rp400 triliun per hari ini diharapkan dapat meredam fluktuasi nilai tukar di pasar domestik. Nasabah perbankan diimbau untuk memantau aplikasi digital resmi perbankan guna melihat pembaruan nilai transaksi harian secara langsung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed