LA Galaxy Hadapi New England Revolution di MLS 5 September 2026
LA Galaxy menjamu New England Revolution dalam laga lanjutan Major League Soccer (MLS) 2026 di Dignity Health Sports Park, Carson, California, pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 21.30 waktu setempat.
Tuan rumah LA Galaxy berusaha mengakhiri tren negatif di Konferensi Barat setelah kalah 1-3 dari San Diego FC pada pertandingan terakhir. Tim asuhan Greg Vanney tersebut kini menempati peringkat ke-13 dengan mengantongi 26 poin dari 23 laga.
Performa LA Galaxy tergolong minim konsistensi dengan hanya mencatatkan satu kemenangan dari sembilan pertandingan liga terakhir. Sebaliknya, New England Revolution datang dengan tren positif usai menang 3-1 di markas Columbus Crew dan menempati posisi keempat Konferensi Timur.
Pelatih New England Revolution, Marko Mitrovic, memberikan pujian khusus kepada gelandang serang Carles Gil yang mengemas satu gol dan dua asis saat membekuk Columbus Crew. Gil tercatat telah mengumpulkan delapan gol dan delapan asis sepanjang musim ini.
"Tim sangat mempercayainya di semua momen saat ada kesulitan di lapangan, ketika kami membutuhkan seseorang untuk menenangkan bola, dan ketika kami membutuhkan seseorang yang dipercaya oleh tim," kata Marko Mitrovic, Pelatih New England Revolution.
Ketenangan yang dihadirkan oleh Gil dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan tim dalam mengarungi laga-laga tandang berat.
"Anda dapat melihat para pemain secara alami mengoper bola kepada Carles, dan dia memberi kami ketenangan itu, dia memberi kami kepercayaan diri itu, dia memberi kami keyakinan itu," kata Marko Mitrovic, Pelatih New England Revolution.
Di sisi lain, keunggulan performa New England Revolution dipandang tidak lepas dari peran kepemimpinan yang ditunjukkan di dalam skuad.
"Carles adalah satu bagian yang sangat penting dari tim kami," kata Marko Mitrovic, Pelatih New England Revolution.
Mengenai tantangan laga tandang melintasi benua menuju markas LA Galaxy, Mitrovic menilai perbedaan zona waktu dan jarak penerbangan enam jam sebagai tantangan umum bagi setiap klub MLS.
"Ini menarik untuk terbang melintasi negara. Ini penerbangan enam jam, Anda mengubah tiga zona waktu, dan itu adalah tantangan, tapi itu adalah tantangan yang akan dihadapi setiap tim di liga ini selama musim berjalan. Ini bukan sesuatu yang lebih sulit bagi kami daripada tim lain. Ya, jika Anda bermain melawan LA Galaxy di LA atau jika Anda bermain melawan mereka di kandang, itu sangat berbeda," kata Marko Mitrovic, Pelatih New England Revolution.
Mitrovic tetap mewaspadai kedalaman skuad tuan rumah yang dihuni barisan pemain berkualitas dan dilatih oleh pelatih berpengalaman.
"Merek adalah tim yang memenangkan MLS Cup dua musim lalu. Mereka masih memiliki inti yang baik dari para pemain itu dan pelatih. Mereka adalah tim yang sangat bagus dalam mencoba mengendalikan permainan dengan bola, sangat kuat dalam transisi bertahan ke menyerang.
Merek memiliki bakat, tetapi kami juga memiliki kekuatan kami. Kami akan mencoba mengekspos kelemahan tertentu dan menunjukkan kekuatan kami," kata Marko Mitrovic, Pelatih New England Revolution.
Sementara itu, asisten pelatih New England Revolution, Michael Morris, menekankan pentingnya mentalitas bertanding saat menjalani serangkaian laga tandang secara beruntun.
"Saya pikir 'ketangguhan' adalah kata yang tepat untuk menggambarkan hal ini. Anda tahu, kita bisa melihatnya sebagai rangkaian laga tandang yang gila. Saya tidak menganggapnya gila.
Saya menganggapnya cukup menyenangkan. Kami bisa bermain di permukaan rumput, dan kami bepergian dengan sangat baik. Saya suka laga tandang karena ini adalah kesempatan bagi tim untuk selalu tetap tenang dan kohesif.
Saya pikir penampilan kami di luar kandang juga sangat bagus. Bahkan jika Anda tidak memikirkan skor, itulah hal paling positif dari ini. Saya juga merasa kami siap untuk memiliki banyak kontrol baik saat bermain di kandang maupun tandang," kata Michael Morris, Asisten Pelatih New England Revolution.
Gelandang New England Revolution, Matt Polster, turut menyoroti besarnya peran pelatih kepala dalam membakar semangat juang para pemain di ruang ganti.
"Saya pikir dia adalah pemimpin yang hebat, dan pembicara motivasi yang hebat sebelum pertandingan juga. Saya pikir dia membuat kami melangkah ke arah yang benar. Sekali lagi, Anda menginginkan keyakinan itu, dan saya pikir dia memberikannya kepada kami.
Dari sana, ketika dia memberi kami keyakinan itu, kami lebih percaya pada diri kami sendiri. Sebagai satu kelompok, kami mampu melewati kesulitan-kesulitan itu," kata Matt Polster, Gelandang New England Revolution.
Di kubu LA Galaxy, perhatian tertuju pada pemain baru Hirving "Chucky" Lozano yang mencetak gol pertamanya bagi klub saat menghadapi San Diego FC. Pelatih kepala LA Galaxy, Greg Vanney, memberikan apresiasi atas performa penyerang asal Meksiko tersebut.
"Saya pikir dia sangat luar biasa," kata Greg Vanney, Pelatih Kepala LA Galaxy.
Vanney optimistis kontribusi Lozano akan terus berkembang seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kesepahaman di lini depan.
"Mencetak satu gol, memiliki beberapa peluang lain, tetapi dia memancing kartu kuning karena kelincahannya dalam momen-momen menggiring bola di mana dia melewati para pemain. Sayangnya, Chucky dalam dua pertandingan tidak mendapat kesempatan bermain bersama Marco [Reus], tentunya, jadi saya pikir masih ada keterpaduan yang akan terus tumbuh di sana," kata Greg Vanney, Pelatih Kepala LA Galaxy.
LA Galaxy menurunkan susunan pemain utama yang mencakup kiper JT Marcinkowski, bek Julián Aude, Jakob Glesnes, Justin Haak, dan Harbor Miller, lapangan tengah yang diisi Sergi Roberto, Erik Thommy, serta Marco Reus, dan lini serang yang ditempati Robert Taylor, Hirving Lozano, serta Kyōgo Furuhashi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow