Las Palmas de Gran Canaria dan Victoria Perkuat Kemitraan Budaya 2031

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah kota Las Palmas de Gran Canaria dan Victoria memperkuat kerja sama kebudayaan pada Jumat, 4 September 2026, untuk menghadapi pencalonan Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2031. Langkah tersebut ditegaskan dalam pertemuan resmi di Casas Consistoriales guna mendorong pertukaran seniman dan proyek seni bersama. Delegasi dari Victoria, ibu kota Pulau Gozo di Malta, dipimpin oleh Wali Kota Brian Azzopardi bersama anggota dewan Joseph Debrincat dan Josef Schembri.

Mereka diterima langsung oleh Wali Kota Las Palmas de Gran Canaria, Carolina Darias, untuk menindaklanjuti kesepakatan awal yang telah dibentuk pada Juli 2026 lalu. Kota Victoria telah resmi ditunjuk oleh Malta sebagai Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2031. Sementara itu, Las Palmas de Gran Canaria saat ini melaju ke babak final dalam proses seleksi mewakili Spanyol setelah lolos dari tahap pertama bersama tiga kota finalis lainnya.

Selain dukungan internasional, pihak pemerintah kota Las Palmas de Gran Canaria juga mengantongi dukungan domestik dari sektor usaha. Confederación Canaria de Empresarios (CCE) secara resmi menandatangani deklarasi dukungan terhadap pendaftaran kota tersebut sebagai pusat kebudayaan Eropa.

Dukungan dari kalangan pengusaha di kepulauan tersebut dinilai memperkuat posisi kota di tingkat Eropa. Langkah ini melengkapi deretan pendaftaran dukungan institusional yang sebelumnya telah diberikan oleh Pemerintah Kepulauan Kanaria, Parlemen Kanaria, Cabildo de Gran Canaria, serta Universitas Las Palmas de Gran Canaria. Pertemuan antar-pimpinan kota pulau ini berlanjut ke titik konkret melalui peninjauan pameran seni urban 'REBEL WALLS.

Urban Stories' di Museum Castillo de Mata. Eksibisi ini menampilkan karya 14 seniman jalanan yang memanfaatkan dinding benteng bersejarah sebagai media dialog dan ekspresi budaya.

Proyek seni tersebut melibatkan dua seniman asal Gozo, Jason Joe Farrugia dan Cynthia Saliba, yang telah menyelesaikan program residensi seni di Gran Canaria sepanjang Agustus 2026. Karya mural mereka menjadi proyek kolaborasi kebudayaan perdana yang terealisasi secara nyata di antara kedua kota. Selain pembahasan program seni, agenda kunjungan diisi dengan penelusuran sejarah di kawasan Vegueta yang dipandu oleh pemandu budaya Dieguito Flores. Penelusuran ini menyoroti jejak hubungan historis antara Kepulauan Kanaria dan Malta yang telah terekam selama bertahun-tahun, salah satunya terlihat pada penamaan Jalan Los Malteses di kawasan Triana.

Kedua wilayah kepulauan ini mencatat tantangan serupa terkait konektivitas geografis, mobilitas, dan posisi wilayah yang berada di pinggiran benua Eropa. Melalui kolaborasi strategis, kedua kota berkomitmen mengubah keterbatasan wilayah kepulauan menjadi peluang pertukaran kebudayaan berkelanjutan menjelang tahun 2031.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed