Lazio Persiapkan Skuad Hadapi Ascoli Pascakemenangan atas Avellino
Pelatih Lazio Gennaro Gattuso resmi merilis daftar skuad untuk melakoni pertandingan uji coba pramusim melawan Ascoli di Stadion Del Duca pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 20.45 waktu setempat. Laga ini digelar setelah tim kasta tertinggi Italia tersebut memetik kemenangan telak 6-3 atas Avellino di Pusat Latihan Formello sehari sebelumnya.
Pertandingan di Stadion Del Duca disambut antusiasme tinggi hingga tiket terjual habis dengan kehadiran lebih dari 11 ribu penonton, termasuk sekitar 900 pendukung Lazio yang memadati sektor tandang. Dilansir dari Publika.id dan Achmadnurhidayat.id, dalam laga tersebut Gattuso menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan Mandas di bawah mistar serta lini serang Noslin, Dele-Bashiru, dan Zaccagni untuk menopang penyerang utama Artistico.
Gattuso memberikan penilaian mengenai kondisi perkembangan fisik serta taktik anak asuhnya dalam menghadapi rangkaian laga pra-musim ini.
"Mari kita lihat apa yang kita miliki di dalam tim," ujar Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.
Juru taktik Lazio itu juga mengklarifikasi insiden kecil serta perselisihan singkat yang sempat terjadi antara dirinya dan Kenneth Taylor saat sesi latihan beberapa hari sebelumnya.
"Siapa pun yang mengenal saya tahu bagaimana saya berpikir. Dan setelah 30 menit semuanya sudah selesai," kata Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.
Gattuso menekankan perlunya peningkatan kualitas performa tim guna menghadapi ketatnya kompetisi mendatang.
"Kami harus meningkatkan standar," ujar Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.
Ia menambahkan pentingnya menyikapi atmosfer internal di dalam tim secara bijak.
"Ada antusiasme dalam tim, tapi kami harus melihat potensi yang kami miliki," kata Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.
Gattuso kembali menegaskan pendekatannya yang tegas namun cepat dalam menyelesaikan perselisihan internal di lapangan latihan.
"Siapa pun yang mengenal saya tahu bagaimana saya bekerja. Setelah 30 menit, semuanya sudah beres," kata Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.
Di sisi lain, laga latihan bersama antara Lazio dan Avellino memberi kesan mendalam bagi pelatih Avellino, Alessandro Nesta, yang merasa emosional saat kembali ke markas mantan klub tempatnya dibesarkan.
"Tidak, tidak. Ketika saya datang ke sini, saya selalu merasa emosional," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.
Nesta menilai fasilitas di Formello telah mengalami banyak peningkatan kualitas dan penambahan lapangan yang signifikan dibanding masa ketika ia masih bermain.
"Ini adalah tempat yang spesial bagi saya: saya tumbuh di sini, menjadi seorang pria, menjadi pesepak bola, dan menang. Karena itu, tempat ini akan selalu menjadi lokasi yang spesial," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.
Mantan kapten Lazio tersebut juga memuji perubahan drastis pada sarana latihan olahraga yang kini dikelola dengan sangat baik.
"Ya, ya. Menjadi lebih baik, jauh lebih baik. Ada banyak lapangan, dulu tidak ada begitu banyak lapangan yang dibuat sebaik ini. Jadi bagus, sangat bagus," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.
Nesta mengaku puas atas performa skuadnya yang berasal dari Serie B karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada Lazio meski bermain di bawah cuaca panas ekstrem Roma.
"Saya menyukai pertandingan ini. Ini adalah ujian penting bagi kami: kami datang sebagai tim Serie B dan menghadapi tim Serie A. Namun, terkadang, kami juga berhasil menyulitkan Lazio. Saya katakan kami bermain dengan baik dan saya sangat senang," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.
Mengenai kekuatan Lazio, Nesta menyarankan agar manajemen klub melakukan pembenahan di bursa transfer serta menjaga kestabilan internal tanpa mematok ekspektasi berlebihan.
"Bagi saya masih ada yang harus dilakukan, juga di level pasar transfer. Namun ini adalah tim yang bagus. Standar harus ditetapkan pada titik yang tepat, tanpa menaikkannya terlalu tinggi.
Rahasianya adalah ketika semuanya menyatu, ketika kedamaian kembali ke kota. Itulah langkah yang akan membawa tim kembali ke level tertentu. Saya berharap yang terbaik untuk mereka dari lubuk hati saya," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.
Pertemuan di Formello tersebut turut mempertemukan Nesta dengan Gattuso yang merupakan rekan setimnya saat menjuarai Piala Dunia 2006 silam.
"Rino adalah teman baik, hanya saja dia berbahaya: begitu Anda bertemu dengannya, semua orang menyapa dengan tos, tetapi terkadang dia agak agresif," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.
Nesta pun melemparkan pujian tinggi atas kapasitas serta dedikasi kepelatihan yang dimiliki oleh Gattuso.
"Kami telah melewati hal-hal yang sangat penting bersama. Saya menganggapnya sangat siap, seorang teman baik, dan seseorang yang tidak pernah menyerah. Dan saya tidak mengatakannya dari kata orang: saya benar-benar melihatnya di lapangan," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow