RC Lens Juara Coupe de France Meski Nice Beri Perlawanan
RC Lens berhasil memenangi pertandingan final Coupe de France melawan OGC Nice dengan skor 2-1 pada Jumat malam di Paris meskipun mendapatkan tekanan mental yang besar sebelum laga dimulai.
Sebelum pertandingan bergulir, mantan pelatih Ligue 1 Claude Puel melancarkan aksi perang urat syaraf demi menggeser seluruh beban ke pundak kubu lawan.
Puel menilai Lens merupakan tim yang sangat diunggulkan karena bermodalkan kemenangan besar di Lyon dan akan bermain di atmosfer yang menyerupai laga kandang mereka sendiri.
"Ils sont immensément favoris" kata Claude Puel, Mantan Pelatih Ligue 1.
Pernyataan tersebut sengaja dikeluarkan untuk memberikan ketenangan kepada skuad Nice sekaligus memosisikan timnya sebagai kubu penantang yang tampil tanpa beban.
"Pour eux, ce serait une faute de ne pas gagner contre nous" ujar Claude Puel, Mantan Pelatih Ligue 1.
Strategi tersebut diuji di atas lapangan ketika pertandingan berjalan ketat, di mana Lens langsung menyengat dengan mencetak dua gol terlebih dahulu pada babak pertama melalui aksi Florian Thauvin dan sundulan Odsonne Édouard memanfaatkan umpan sepak pojok.
OGC Nice, yang juga harus membagi fokus mereka untuk menghadapi babak play-off degradasi Ligue 1 melawan AS Saint-Étienne, sempat memperkecil ketertinggalan tepat sebelum turun minum melalui sundulan Djibril Coulibaly memanfaatkan umpan Jonathan Clauss.
Gol tersebut menorehkan sejarah baru bagi Coulibaly yang tampil sebagai starter atas keputusan berani dari tim kepelatihan Nice.
Dilansir dari media L'Équipe, Coulibaly resmi menjadi pemain sekaligus pencetak gol termuda dalam sejarah final Coupe de France di abad ke-21 pada usia 17 tahun dan 185 hari, memecahkan rekor setelah sebelumnya hanya tampil selama 13 menit di Ligue 1 musim ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow