Marc Marquez Rebut Pole Position dan Juara Sprint MotoGP Jerman 2026
Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez sukses merebut pole position dan memenangi balapan Sprint MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring pada Sabtu untuk mengamankan posisi start terdepan dalam balapan utama hari Minggu (12/7/2026).
Dilansir dari sport.detik.com, Marc Marquez mencatatkan waktu tercepat 1 menit 19,041 detik pada sesi kualifikasi kedua (Q2), unggul tipis 0,061 detik dari adiknya, Alex Marquez, disusul Fabio Di Giannantonio di posisi ketiga.
Dominasi trio pembalap Ducati tersebut bertahan hingga sesi Sprint Race sepanjang 15 putaran yang membuat Marc Marquez berhak membawa pulang tambahan 12 poin untuk memangkas jarak menjadi 32 poin dari pemuncak klasemen, Jorge Martin.
Kompas.com melaporkan bahwa posisi lima besar start kemudian dilengkapi oleh duo pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez dan Ai Ogura, sementara perwakilan Indonesia di kelas Moto3, Veda Ega Pratama, akan memulai balapan dari grid ke-13.
Namun, nasib buruk menimpa pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi yang mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 7 saat kualifikasi hingga menderita patah tulang selangka kiri dan dipastikan absen dari sisa balapan akhir pekan ini.
Insiden tersebut memicu spekulasi karma dari para penggemar terkait kecelakaan Bezzecchi dengan Marquez di Mandalika tahun lalu, tetapi tudingan tersebut langsung dibantah oleh sang juara bertahan.
"Alex akan tangguh besok, setidaknya dia adik saya," kata Marc dalam wawancara usai sprint yang ditayangkan laman resmi MotoGP seperti dikutip megapolitan.antaranews.com.
Marc Marquez menegaskan fokusnya kini langsung beralih untuk mewaspadai ancaman dari Alex Marquez serta konsistensi kecepatan Fabio Di Giannantonio pada balapan utama sepanjang 30 putaran.
"Karma itu tidak ada," kata Marquez dilansir dari Crash.net.
Pembalap Spanyol itu kemudian meminta para penggemar untuk berhenti memberikan tekanan di media sosial karena risiko kecelakaan dapat menimpa siapa saja dalam dunia balap.
"Saya sudah membaca kata ‘karma’ sejak tahun 2015, misalnya dan saya memenangkan enam kejuaraan dunia setelah itu. Jadi, jika itu karma, maka itu diterima." kata Marquez.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah mengirimkan pesan dukungan terbuka setelah kecelakaan di Indonesia agar semua pihak tetap menghormati situasi balapan yang dinamis.
"Karma itu tidak ada, dan semua pembalap mengambil banyak risiko di luar sana. Dan kami mendoakan yang terbaik untuk Bezzecchi." tutur Marquez.
Marquez mengingatkan kembali bahwa insiden cedera merupakan bagian dari risiko pekerjaan seorang atlet motorsport profesional.
"Saya sudah mengunggah setelah kecelakaan di Indonesia dan memberi tahu orang-orang untuk tidak menekan Marco karena hal-hal seperti ini terjadi dalam balapan," imbuh Marquez.
Di sisi lain, hasil minor diraih pembalap Ducati pabrikan Francesco Bagnaia yang hanya mampu menyudahi sesi Sprint di peringkat ketujuh akibat kendala teknis pada cengkeraman ban.
"Saya sangat kesulitan dengan grip ban dan saat kami harus melakukan time attack, itu adalah bagian terburuknya. Jadi, menyelamatkan posisi Q2 dan P11 adalah hasil maksimal," kata Bagnaia seperti dikutip dari Crash.net.
Pembalap asal Italia itu mengaku telah mencoba berbagai gaya balap namun motornya tetap mengalami gejala understeer yang parah.
"Saya memulai dengan baik dan mencoba mengikuti para pembalap di depan saya. Tetapi begitu ban belakang mulai turun, saya harus memaksakan bagian depan, karena saya tidak bisa menggunakan teknik sliding seperti Ducati lainnya." ujar Bagnaia.
Kondisi ban yang cepat aus di sisa putaran akhir memaksanya bermain aman guna mengamankan poin tersisa daripada mengambil risiko terjatuh.
"Saya tidak memiliki grip yang baik, jadi begitu saya sliding, saya tidak bisa berakselerasi. Jadi saya harus tetap sejajar dengan kedua roda, dan kemudian saya mengalami banyak understeer." ucap Bagnaia.
Dirinya pun kini mulai mempelajari data telemetri milik tim Gresini demi mencari solusi perbaikan performa sebelum balapan utama dimulai.
"Saya menghabiskan ban depan, menghabiskan ban belakang, dan 5-6 lap terakhir sangat sulit." kata Bagnaia.
Bagnaia menilai gaya berkendara Alex Marquez jauh lebih efektif dalam memaksimalkan potensi sasis Ducati saat melintasi tikungan Sachsenring.
"Saya mencoba segala cara untuk mendekati Martin, tetapi saya mengambil risiko besar dan hanya perlu finis di posisi ketujuh." tutur Bagnaia.
Ia berharap perubahan pasokan ban belakang dari tipe lembut ke tipe medium pada balapan hari Minggu bisa mempermudah taktik sliding motornya.
"Jika kita bisa memahami apa yang dilakukan Alex Marquez..." sebut Bagnaia.
Meski tidak mengetahui secara pasti dampak penggunaan ban Medium, ia merasa meniru basis data pembalap nomor 73 tersebut adalah jalan keluar terbaik.
"Saya tidak tahu karena saya tidak bisa menggunakan teknik sliding, dan dengan ban Medium Anda lebih mudah selip." ungkap Bagnaia.
Bagnaia sendiri dipastikan akan naik dua posisi start ke barisan kesembilan akibat absennya Bezzecchi dan penalti grid yang diterima rekan setimnya.
"Jika kita bisa memahami apa yang sebagian besar dilakukan Alex Marquez, kita bisa bersaing." tutur Bagnaia.
Bagnaia melihat keunggulan stabilitas motor Alex Marquez menjadi pembeda utama dalam performa kualifikasi dan Sprint kali ini.
"Karena kita sudah melihat datanya, dan orang yang paling banyak mendapat dukungan dari sepeda itu adalah Alex, dan kita perlu memahami hal itu." kata Bagnaia.
Bagnaia akan mengawali balapan utama tepat di belakang barisan terdepan akibat mundurnya beberapa pembalap di grid.
"Bez absen, dan besok Frankie mendapat penalti 3 posisi di grid, jadi saya akan start dari posisi ke-9," ia menegaskan.
Bagnaia pun bersiap mengantisipasi persaingan ketat sejak tikungan pertama sirkuit untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara.
"Saya tidak tahu apakah saya senang atau tidak karena start dari luar adalah pilihan yang bagus di sini, tapi mari kita lihat saja nanti." pungkas Bagnaia.
Berdasarkan rilis resmi penyelenggara, rangkaian balapan hari Minggu akan diawali sesi Warm Up pada pukul 14.40 WIB, dilanjutkan Moto3 Race pada 16.00 WIB, Moto2 Race pukul 17.15 WIB, dan ditutup dengan sesi Grand Prix utama sepanjang 30 lap pada pukul 19.00 WIB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow