Marc Marquez Ungkap Hubungannya dengan Valentino Rossi Sulit Membaik
Pembalap MotoGP Marc Marquez menyatakan bahwa perselisihan dan hubungan dinginnya dengan legenda balap Valentino Rossi sulit untuk menemukan titik temu atau berdamai kembali. Pernyataan tersebut disampaikan Marquez saat membahas perjalanan rivalitas panjang keduanya di kelas utama yang memanas sejak musim 2015.
Persaingan sengit antara kedua pembalap tersebut mencapai puncaknya pada seri MotoGP Malaysia 2015 di Sirkuit Sepang. Kontak fisik di lintasan dan tuduhan yang dilayangkan Rossi mengakhiri hubungan baik mereka, hingga Rossi pensiun pada 2021 tanpa adanya rekonsiliasi.
"Mustahil menemukan solusi. Ada hal-hal yang tidak bergantung pada satu orang saja. Dibutuhkan dua pihak," ujar Marquez, dilansir dari Motosan dan Corsedimoto.
Marquez menegaskan bahwa kerenggangan hubungan tersebut tidak memberikan pengaruh langsung terhadap kehidupan pribadinya maupun sang rival asal Italia tersebut.
"Dalam kehidupan pribadi saya, saya tidak membutuhkannya dan dia juga tidak membutuhkan saya. Namun, saya menghormati apa yang telah dia capai," kata Marquez.
Meski terlibat ketegangan bertahun-tahun, pembalap Spanyol itu mengakui bahwa dirinya dan Rossi telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan olahraga balap motor dunia.
"Kami berdua telah memberikan kontribusi besar untuk MotoGP dan dunia balap motor. Kami adalah dua orang yang sangat berbeda," tutur Marquez.
Selain membahas masalah rivalitas, Marquez mengungkapkan masa-masa terberat dalam kariernya akibat cedera parah pada GP Jerez 2020. Proses pemulihan yang memakan waktu empat tahun dari 2020 hingga 2024 sempat membuatnya frustrasi dan mempertimbangkan untuk pensiun dini.
"Saya mengalami cedera dalam waktu yang lama, empat tahun, dari 2020 hingga 2024. Secara mental itu sangat berat," kata Marquez.
Rasa sakit berkepanjangan sempat membuat juara dunia sembilan kali itu meragukan kelanjutan kariernya di lintasan balap.
"Saya sangat menderita, untuk apa?" ujar Marquez.
Keputusannya meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Ducati menjadi titik balik penting yang mengembalikan motivasi serta rasa kemenangannya di MotoGP.
"Saat saya pulih, saya berpikir: ini adalah kesempatan terakhir. Saat itulah saya memutuskan pindah dari Honda ke Ducati," kata Marquez.
Sensasi meraih posisi terdepan kembali memberi dorongan positif bagi kondisi psikologis dan fisiknya.
"Di sana saya mulai merasakan kembali rasa kemenangan. Itu adalah bahan bakar terbaik untuk tubuh saya," lanjut Marquez.
Marquez menyadari kondisi fisiknya tidak lagi seprima dulu akibat deretan cedera. Kendati demikian, ia berniat untuk terus membalap selama kondisi fisiknya memungkinkan sesuai dengan kontrak yang berjalan.
"Itu yang dikatakan kontrak saya. Saya selalu mengatakan hal yang sama: jika kondisi fisik saya memungkinkan, saya ingin terus melanjutkan," ucap Marquez.
Ia menuturkan faktor kesehatan akan menjadi penentu utama kapan dirinya harus benar-benar menyudahi karier di dunia balap profesional.
"Saya tidak akan menjadi pebalap pertama dan bukan yang terakhir yang mengakhiri karier karena kesehatan. Saya pikir itu akan terjadi cepat atau lambat karena saya mengalami banyak cedera dan setiap tahun rasa sakitnya semakin bertambah," kata Marquez.
Mengenai peta persaingan masa depan MotoGP, Marquez menunjuk pembalap muda Pedro Acosta sebagai sosok yang memiliki kapasitas besar untuk memimpin generasi baru. Pada musim depan, keduanya dipastikan berada di bawah naungan tim pabrikan Ducati Lenovo.
"Pebalap yang saat ini berada di MotoGP dan punya talenta untuk memimpin generasi baru adalah Pedro Acosta. Tahun depan, kami berdua akan membalap untuk Ducati, di tim Lenovo, dengan motor terbaik di grid," kata Marquez.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow