Masyarakat Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau bersama Gebu Minang Sumatera Barat memberangkatkan pengiriman perdana 700 kilogram rendang dari total target 5 ton menggunakan pesawat Hercules A-1333 TNI AU di Bandara Internasional Minangkabau pada Senin (17/8/2026) untuk membantu korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur.

Aksi kemanusiaan yang bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini diinisiasi oleh LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar bersama Bundo Kanduang serta Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau. Gerakan ini digalang sebagai bentuk solidaritas masyarakat Sumatera Barat yang pernah merasakan dampak gempa besar pada 2009 serta bencana hidrometeorologi pada 2025.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026) tercatat menewaskan 54 orang hingga pembaruan data Senin (17/8/2026). Peristiwa tersebut menjadi salah satu gempa bumi terbesar yang terjadi di dunia sepanjang tahun 2026.

Pengumpulan bantuan donasi berupa uang, daging, hingga rendang siap saji ini ditargetkan terhimpun secara lengkap dalam waktu 10 hari ke depan. Seluruh rendang dipersiapkan secara gotong royong di kantor LKAAM Sumbar dan didukung fasilitas Sentra Rendang Kota Padang.

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar menyampaikan bahwa ingatan atas bantuan seluruh masyarakat Indonesia saat gempa mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009—yang menewaskan 1.117 orang—menjadi pendorong utama aksi solidaritas ini.

"Saat gempa 2009, Sumbar dibantu seluruh masyarakat Indonesia. Hari ini saudara kita merasakan hal yang sama," kata Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar.

Mantan Wali Kota Padang tersebut menjelaskan alasan teknis memilih masakan tradisional Minangkabau sebagai bantuan darurat bencana.

"Rendang gampang disajikan. Bisa dipanaskan dan tahan sampai tiga bulan," ujar Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar.

Kondisi infrastruktur di daerah terdampak bencana yang belum pulih menjadi perhatian utama pengiriman bantuan konsumsi siap makan tersebut.

"Saudara kita di NTT pasti menunggu. Air dan listrik belum mengalir, rumah runtuh dan belum bisa memasak," kata Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar.

Kepraktisan rendang dinilai cocok untuk dikonsumsi langsung oleh para pengungsi di tempat penampungan darurat.

"Rendang ini sudah dimasak dan siap dimakan," sambung Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar.

Pengiriman makanan ini memperpanjang catatan kepedulian warga Minang yang sebelumnya telah mengirimkan 3 ton rendang untuk gempa Cianjur pada 2022 serta beberapa ton untuk gempa Poso pada 2025.

"Ini bentuk kebahagiaan dan solidaritas karena kami pernah merasakan bahagianya dibantu saat bencana," ujar Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar.

Setibanya di NTT, bantuan akan diterima oleh anggota Gebu Minang di daerah sebelum didistribusikan langsung kepada warga terdampak. Selain pengiriman via udara, warga Kabupaten Agam juga tengah memasak rendang tambahan untuk gelombang pengiriman berikutnya.

"Target kami sebanyak 5 ton rendang, dan akan kami kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT," ujar Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tanggap cepat para pemuka adat dan elemen masyarakat Minangkabau dalam merespons musibah di Indonesia Timur.

"Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah," kata Wali Kota Padang Fadly Amran.

Pemerintah Kota Padang juga menginstruksikan pemanfaatan Sentra Rendang Kota Padang guna mempercepat proses produksi massal hingga mencapai target 5 ton.

"Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberi bantuan," kata Wali Kota Padang Fadly Amran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed