Media Asing Sorot Pengunduran Diri Perry Warjiyo dari Gubernur BI

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah media asing menyoroti keputusan mendadak Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Senin (27/7/2026). Langkah ini dinilai meningkatkan ketidakpastian kebijakan ekonomi serta memicu kecemasan investor global.

Sorotan dari mancanegara tersebut mengemuka setelah pengumuman resmi pemerintah yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Kepemimpinan sementara bank sentral kini diserahkan kepada Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas.

Laporan media publikasi Inggris, Financial Times, menggarisbawahi dampak keputusan tersebut terhadap dinamika pembuatan kebijakan ekonomi nasional.

"Pemerintah Indonesia mengatakan gubernur bank sentral yang telah lama menjabat telah mengundurkan diri, menambah ketidakpastian atas pembuatan kebijakan ekonomi di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini," tulis Financial Times.

Laporan tersebut juga merinci latar belakang posisi pejabat serta penunjukan pimpinan baru di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

"Perry Warjiyo mengundurkan diri karena alasan pribadi, kata sekretaris negara Prasetyo Hadi pada hari Senin. Wakil gubernur Destry Damayanti telah ditunjuk sebagai penjabat gubernur Bank Indonesia, kata Prasetyo, yang menjabat di kabinet Presiden Prabowo Subianto," tambah Financial Times.

Media tersebut mencatat bahwa Perry telah memimpin sejak 2018 dan berada pada periode jabatan keduanya. Tekanan pada nilai tukar rupiah yang sempat memerlukan tiga kali kenaikan suku bunga sejak Mei turut menjadi latar belakang situasi keuangan belakangan ini.

"Pengunduran dirinya terjadi setelah periode tekanan pada mata uang Indonesia, rupiah, yang merupakan salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di pasar negara berkembang tahun ini. Bank sentral telah menaikkan suku bunga tiga kali sejak Mei," jelas Financial Times.

Di sisi lain, media kantor berita Reuters menghimpun tanggapan dari sejumlah ekonom dan analis internasional terkait pengunduran diri Perry Warjiyo.

Ekonom Senior DBS Singapura, Radhika Rao, memberikan pandangannya mengenai rekam jejak kepemimpinan Perry di bank sentral.

"Gubernur Perry memainkan peran penting dalam mengarahkan perekonomian Indonesia melalui periode transisi dan guncangan eksternal, termasuk pandemi COVID-19 dan, baru-baru ini, krisis di Asia Barat. Bank sentral mengadopsi kerangka kerja yang lebih terintegrasi, di bawah kepemimpinannya, menggunakan campuran kebijakan suku bunga, instrumen likuiditas, intervensi valuta asing, dan koordinasi dengan pemerintah. Hal ini memberi BI lebih banyak fleksibilitas untuk mengelola pertimbangan antara stabilitas rupiah, inflasi, pertumbuhan kredit, dan ketahanan sektor keuangan. Penyerahan peran kepemimpinan secara langsung akan memastikan keberlanjutan kebijakan," tulis Radhika Rao seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, Analis ASEAN di Aletheia Capital Singapura, Angus Mackintosh, menilai respons awal pasar terhadap transisi kepemimpinan ini.

"Pengunduran diri Perry Warjiyo kemungkinan akan diterima secara negatif oleh pasar, mengingat ia adalah sosok yang stabil dengan rekam jejak yang baik. Banyak hal akan bergantung pada siapa yang akan mengambil alih, dengan Destry, seorang wakil gubernur senior, yang akan mengambil alih pada awalnya," jelas Angus Mackintosh.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed