Mengenang Rekam Jejak Putri Juficha di Dunia Pageant Indonesia
Dunia pageant tanah air kehilangan salah satu sosok berprestasinya setelah Miss Earth Indonesia 2025, Putri Juficha, wafat pada Kamis, 14 Agustus 2026. Sosok yang pernah mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional ini meninggal dunia tepat di hari ulang tahunnya yang ke-26.
Kabar duka mengenai kepulangan perempuan kelahiran 14 Agustus 2000 tersebut beredar usai diunggah oleh keluarga alumni tempatnya menimba ilmu, Keluarga Batu Hukum Trisakti. Hingga saat ini, penyebab pasti dari meninggalnya Putri Juficha belum diketahui publik.
Ungkapan duka cita atas kepergian alumni jurusan hukum tersebut disampaikan langsung oleh pihak perwakilan keluarga kampus melalui media sosial.
"Turut berduka cita atas wafatnya Putri Andriani Juficha," demikian unggahan tersebut dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sebelum mewakili Indonesia di ajang Miss Earth 2025 di Manila, Filipina, Putri memulai kariernya sebagai runner-up Miss Grand Indonesia 2025 mewakili Sulawesi Utara. Meski belum berhasil meraih placement di tingkat dunia, keterlibatannya dinilai telah membawa harum nama bangsa.
Momen bersejarah saat merintis karier di tingkat nasional pernah dibagikan langsung oleh Putri melalui unggahan di akun media sosial miliknya.
"Sedikit recap dari momen Grand Final @missgrandindonesiaofficial yang tak akan pernah aku lupakan. Alhamdulillah aku bersyukur kepada Allah atas kemenangan ini. Kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.
Terlebih karena ini adalah pertama kalinya aku mengikuti peagent nasional dengan persiapan yang singkat, namun penuh doa, kerja keras dan cinta. Kini aku siap memulai babak baru, mengejar mimpi yang lebih besar dan memberikan yang terbaik," demikian caption dalam unggahannya 1 September 2025 lalu.
Di luar aktivitas panggung kecantikan, Putri dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap Isu kelestarian alam. Ia tercatat pernah turun langsung dalam aksi sosial pembersihan Sungai Ciseeng di Bogor pada 2025, serta vokal menyuarakan keprihatinan atas bencana banjir yang menerpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat alih fungsi hutan.
Kepedulian terhadap ancaman kerusakan lingkungan dan habitat satwa di kawasan Sumatera sempat ditumpahkan Putri melalui pesan terbuka di platform digitalnya.
"Hewan-hewan kehilangan tanah leluhurnya, rumahnya bukan karena bencana alam tapi karena ulah manusia. Hilangnya masa depan ketika kawasan konservasi hutan berubah menjadi kebun sawit ilegal, tambang ilegal. Ini bukan sekedar isu lingkungan, ini kegagalan hukum @kemenhut @kementerianlhk.
Pray for Tessi Nillo, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Save our Earth and the animals," demikian caption dalam unggahannya.
Kiprah dan rekam jejaknya yang kuat di panggung pageant membuat kapasitas Putri diakui secara internasional. Pada 5 Juni lalu, penyelenggara Miss Culture International mengumumkan penunjukannya sebagai salah satu juri grand final untuk edisi 2026.
Pihak penyelenggara menyampaikan rasa hormatnya atas bergabungnya Putri ke dalam jajaran dewan juri penilai.
"Memperkenalkan anggota terhormat dari jajaran dewan juri Grand Final Miss Culture Internasional 2026. Kami merasa terhormat dapat memiliki sosok dengan pengalaman dan visi yang luar biasa untuk membantu menentukan ratu berikutnya. Putri Juficha - Miss Earth Indonesia 2025," demikian caption dalam unggahan tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow