Menteri ESDM Tetapkan Harga Nikel Acuan Periode Pertama Juli 2026 Sebesar US$17.593 Per Dmt
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) untuk periode pertama bulan Juli tahun 2026 melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 274.K/MB.01/MEM.B/2026. Berdasarkan regulasi yang disahkan pada tanggal 30 Juni 2026 tersebut, harga nikel terbaru dipatok sebesar US$ 17.593,33 per dry metric tonne (dmt).
Ketetapan ini menandakan adanya pergeseran nilai jika dibandingkan dengan periode kedua pada bulan Juni 2026 yang sempat menyentuh angka US$ 18.642,33 per dmt. Penurunan harga nikel acuan ini menjadi basis penting bagi para pelaku usaha pertambangan di Indonesia dalam memformulasikan harga jual komoditas mereka di pasar domestik maupun internasional.
"Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah."
Perbandingan Harga Komoditas Mineral Logam Juli 2026
Langkah Kementerian ESDM dalam merilis keputusan menteri ini tidak hanya memengaruhi komoditas nikel, tetapi juga mengatur harga acuan bagi berbagai komoditas logam strategis lainnya di tanah air. Evaluasi berkala dilakukan pemerintah untuk memastikan harga komoditas tetap mencerminkan dinamika pasar global yang bergerak dinamis.
Selain harga nikel terbaru, pemerintah juga merinci perubahan nilai pada komoditas pelengkap seperti kobalt, timbal, seng, aluminium, hingga tembaga. Pola pergerakan harga terlihat bervariasi dengan mayoritas logam mengalami penyesuaian turun tipis, sementara kobalt mencatatkan kenaikan tipis.
Berikut adalah rincian perbandingan Harga Mineral Logam Acuan periode pertama Juli 2026 terhadap periode kedua Juni 2026 berdasarkan data resmi dari Kementerian ESDM:
| Jenis Komoditas Mineral | Harga Periode I Juli 2026 (US$/dmt) | Harga Periode II Juni 2026 (US$/dmt) |
|---|---|---|
| Nikel | 17.593,33 | 18.642,33 |
| Kobalt | 55.854,00 | 55.852,33 |
| Timbal | 1.949,87 | 2.001,90 |
| Seng | 3.534,60 | 3.550,10 |
| Aluminium | 3.431,57 | 3.729,10 |
| Tembaga | 13.541,80 | 13.648,27 |
Penetapan Mineral Ikutan dan Aturan Komoditas Lainnya
Di samping logam-logam dasar utama di atas, aturan baru dari Menteri ESDM ini juga mencakup harga untuk komoditas mineral ikutan. Emas yang berstatus sebagai mineral ikutan kini dipatok di level US$ 4.214,92 per ons troi, menurun dibanding periode sebelumnya sebesar US$ 4.453,73 per ons troi.
Daftar Harga Mineral Ikutan dan Bijih Logam
Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami koreksi ke level US$ 66,23 per ons troi dari posisi sebelumnya US$ 73,99 per ons troi. Untuk beberapa komoditas bijih dan konsentrat lainnya, pemerintah menetapkan tarif sebagai berikut:
- Mangan sebesar US$ 3,63 per dmt.
- Bijih besi laterit/hematit/magnetit sebesar US$ 1,51 per dmt.
- Bijih krom sebesar US$ 6,37 per dmt.
- Konsentrat titanium sebesar US$ 9,02 per dmt.
Mekanisme Harga Bursa untuk Ingot Timah
Sementara itu, regulasi menegaskan bahwa harga ingot timah yang mencakup varian Pb 300, Pb 200, Pb 100, Pb 050, hingga Ingot Timah 4NINE tidak menggunakan angka statis. Harganya wajib mengacu secara langsung pada harga bursa ICDX dan JFX yang tercatat pada hari penjualan.
Skema serupa juga diterapkan untuk komoditas logam emas murni yang formulasinya wajib mengacu pada LBMA Gold PM Fix. Untuk logam perak murni, para pelaku industri harus berkiblat pada standar harga LBMA Silver Fix pada hari transaksi dilakukan.
Dampak Dinamika Harga Terhadap Kinerja Emiten Tambang
Fluktuasi harga komoditas nikel global ini turut memicu perhatian pasar modal terhadap emiten tambang nasional, terutama dalam menilai apakah saham mdka bagus tidak untuk dikoleksi. Berdasarkan laporan kinerja keuangan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada kuartal I-2026, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 24% YoY menjadi US$ 620,3 juta.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti oleh lonjakan EBITDA sebesar 182% YoY yang menyentuh angka US$ 249,9 juta. Melalui raihan ini, laba bersih MDKA tercatat berada di angka US$ 57,5 juta, berhasil berbalik dari kondisi rugi bersih pada kuartal I-2025 yang sebesar US$ 3,7 juta.
Kinerja finansial positif ini didorong oleh kontribusi berbagai lini komoditas penopang usaha. Beberapa sektor andalan perusahaan memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pembentukan total EBITDA kuartal pertama tahun ini.
Berikut adalah rincian kontributor utama penopang laba operasional sebelum bunga dan pajak perusahaan:
- Emas menyumbang kontribusi terbesar senilai US$ 89 juta.
- Nickel Pig Iron (NPI) memberikan kontribusi sebesar US$ 67 juta.
- Limonit menyumbang laba sebesar US$ 48 juta.
- High-Grade Nickel Matte (HGNM) mencatatkan sumbangan sebesar US$ 25 juta.
- Tembaga menyetor kontribusi sebesar US$ 19 juta.
Di sisi lain, anak usahanya yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga menunjukkan performa solid dengan kenaikan pendapatan 24% YoY menjadi US$ 455,1 juta pada kuartal I-2026. Laba bersih MBMA sukses membalikkan keadaan dari semula rugi US$ 3,5 juta pada kuartal I-2025 menjadi raihan laba positif sebesar US$ 29,9 juta pada kuartal pertama tahun ini.
Investor saat ini terus memantau kelanjutan ekspansi korporasi, termasuk perkembangan tambang emas pani mdk yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi grup usaha tersebut. Kebijakan harga acuan nikel dari Kementerian ESDM ini dipastikan akan terus menjadi faktor penentu bagi marjin keuntungan perusahaan tambang nasional pada paruh kedua tahun berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow