Merdeka Gold Tingkatkan Produksi dan Bangun Fasilitas CIL di Gorontalo

Smallest Font
Largest Font

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mempercepat pengembangan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dengan peningkatan produksi emas dan pembangunan fasilitas pengolahan carbon-in-leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton per tahun (Mtpa), seperti dilaporkan pada 26 Agustus 2026.

Produksi emas dari operasi heap leach melonjak signifikan pada kuartal II-2026 menjadi 15.594 ounces, naik 758% dari 1.818 ounces pada kuartal sebelumnya. Peningkatan ini terkait proses ramp-up setelah produksi perdana heap leach pada 14 Februari 2026, menurut investor.id.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P Abidin, menyatakan bahwa perseroan kini memasuki fase pertumbuhan penting yang didukung peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL.

"EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung oleh peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL 12 Mtpa. Pengembangan kedua fasilitas ini akan menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani," ujar Boyke.

EMAS telah menyelesaikan pembangunan cell 1 dan 2 pada fasilitas heap leach dan menargetkan peninggian tanggul hingga akhir 2026, dengan pembangunan cell ketiga yang telah dimulai untuk memperbesar kapasitas hingga sekitar 62 juta ton bijih.

Selain heap leach, EMAS melakukan pengadaan mesin dan peralatan pengolahan emas senilai Rp2,7 triliun dari perusahaan China, Vision Green Energy (Beijing) Tech Co., Ltd. Pembelian ini bagian dari pengembangan fasilitas CIL untuk meningkatkan kapasitas pengolahan tambang Pani secara signifikan, menurut IDXChannel dan EmitenNews.com.

Transaksi ini setara 40,26% dari ekuitas perseroan per 31 Maret 2026 dan dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan OJK, sehingga menggunakan jasa penilai independen. Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar & Rekan menyatakan nilai transaksi wajar dan potensial meningkatkan pendapatan dan laba EMAS.

"Dengan pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung yang berjalan sesuai rencana, EMAS tetap fokus mengembangkan Pani menjadi tambang emas berskala besar dan berumur panjang," kata Boyke.

Persiapan lahan dan pengecoran beton untuk fasilitas CIL ditargetkan dimulai pada kuartal IV-2026, dengan potensi peningkatan kapasitas hingga 24 Mtpa di masa mendatang. Infrastruktur pendukung, termasuk pasokan listrik bersama PT PLN, juga tengah dibangun untuk menopang operasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed