Lionel Messi dan Mohamed Salah Berebut Tiket Perempat Final

Smallest Font
Largest Font

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa akan mempertemukan kapten tim nasional Argentina Lionel Messi dengan bintang Mesir Mohamed Salah dalam laga penentuan di Atlanta, Amerika Serikat.

Laga krusial ini akan menjadi momen pembuktian bagi kedua pemain bintang, di mana pemenang pertandingan bakal melaju dekat ke trofi juara sementara yang kalah terancam menyudahi karier Piala Dunia mereka.

Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun tercatat memimpin daftar top skor sementara dengan torehan tujuh gol dari empat pertandingan dan selalu mencetak gol dalam delapan laga Piala Dunia berturut-turut sejak edisi 2022.

Di kubu lawan, Mohamed Salah yang berusia 34 tahun mengusung misi sejarah setelah berhasil membawa Mesir meraih kemenangan pertama di fase grup dan melewati babak gugur pertama lewat adu penalti melawan Australia.

Kewaspadaan tinggi melingkupi skuad juara bertahan Argentina setelah sempat bersusah payah mengalahkan Tanjung Verde 3-2 lewat babak perpanjangan waktu di fase sebelumnya.

"I think this World Cup has been, is very tricky for everyone. It seems there is no clear favorite," kata Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.

Scaloni menambahkan bahwa jika timnya tidak menunjukkan karakter kuat pada laga terakhir, mereka dipastikan sudah tersingkir akibat perlawanan sengit dari Tanjung Verde.

"I am convinced that if we didn’t resort to our character in the last match we would be out as Cape Verde was giving us a very hard day," ujar Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.

Sementara itu, rasa percaya diri tinggi diusung oleh tim nasional Mesir yang optimistis mampu memberikan kejutan dan menumbangkan sang juara bertahan.

"My dreams have no limits. My ambitions have no limits. I promise that we will do everything to live up to the expectations (of fans)," kata Hossam Hassan, Pelatih Mesir.

Hassan menegaskan bahwa timnya bukan merupakan tim yang tidak diunggulkan melainkan tim besar dalam segala aspek dengan latar belakang peradaban sejarah yang sangat panjang.

"We’re no underdogs. We’re big in every respect. We are a civilization that is 7,000 years old, even more than 7,000 years," ujar Hossam Hassan, Pelatih Mesir.

Pada hari yang sama, pertandingan babak 16 besar lainnya juga akan mempertemukan Swiss melawan Kolombia di Vancouver, Kanada, di mana pemenang dari kedua laga ini akan saling berhadapan di babak perempat final pada 11 Juli 2026 di Kansas City.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed