Migran Tempuh Jalur Laut dan Darat Menuju Wilayah Ceuta

Smallest Font
Largest Font

Wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, terus menjadi perlintasan utama bagi para imigran asal Maroko dan berbagai negara Afrika lainnya yang berupaya memasuki kawasan Eropa melalui jalur darat serta laut.

Para imigran kerap menempuh rute ekstrem dengan berenang jarak jauh demi menyeberang ke kawasan tersebut. Jarak tempuh sekitar 5 kilometer (3,1 mil) dilalui imigran dari kota Fnideq di Maroko menuju Ceuta, sementara sebagian lainnya memilih titik keberangkatan yang lebih pendek dari Belyounech.

Meskipun area perbatasan Ceuta dan Melilla dijaga ketat oleh aparat penegak hukum, gelombang penyeberangan tetap berlanjut. Warga asing yang berhasil menembus perbatasan dipindahkan ke tempat penampungan migran untuk mengajukan permohonan suaka di Spanyol, sementara sebagian lainnya dipulangkan ke Maroko.

Selain Ceuta dan Melilla, arus kedatangan imigran ke kawasan Spanyol juga didominasi rute perairan lain seperti Kepulauan Canary dan Kepulauan Balearic. Jalur-jalur migrasi tersebut berkontribusi terhadap lonjakan populasi warga kelahiran luar negeri di Spanyol yang kini mencapai sekitar 10 juta dari total 50 juta penduduk.

Sebagian besar imigran yang tiba dari negara-negara seperti Maroko, Kolombia, dan Venezuela tersebut kemudian terserap sebagai tenaga kerja di sektor-sektor vital Spanyol, termasuk jasa, pariwisata, dan pertanian.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed