Mourinho Ungkap Rahasia Karier dan Perselisihan dalam Dokumenter

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengungkapkan berbagai fakta tersembunyi mengenai perjalanan kariernya melalui serial dokumenter Netflix bertajuk MOURINHO yang dirilis pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dokumenter tiga episode buatan sutradara Joe Pearlman dan produser John Battsek tersebut menyoroti perselisihan internal, pembatalan kesepakatan dengan Manchester United, hingga pandangan tajam Mourinho mengenai rivalitas kepelatihan.

Serial yang diproduksi oleh Ventureland ini mendokumentasikan perjalanan kepelatihan Mourinho selama lebih dari 26 tahun di berbagai klub elite Eropa. Di tengah masa jabatan keduanya di Real Madrid dengan kontrak hingga 30 Juni 2029, pelatih berusia 63 tahun itu membeberkan dinamika ruang ganti saat membawa Madrid meraih gelar Copa del Rey dan rekor 100 poin di Liga Spanyol pada periode 2010–2013.

Salah satu sorotan utama dokumenter ini adalah retaknya hubungan Mourinho dengan mantan kapten Real Madrid, Iker Casillas, yang berujung pada pembangkangan ruang ganti. Casillas membeberkan situasi sulit yang dihadapinya kala disingkirkan ke bangku cadangan.

"Hubungan antara saya dan Jose sangat dingin. Pada tahun-tahun itu, saya benar-benar merasa segalanya dibawa ke batas di mana, pada akhirnya, tali itu putus," ujar mantan kiper Real Madrid Iker Casillas.

Mantan gelandang Real Madrid Sami Khedira mengonfirmasi dalam dokumenter tersebut bahwa perselisihan itu membuat pemain kunci seperti Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos berbalik menentang pelatih. Mourinho menegaskan dirinya tidak menyesali tindakan tersebut karena menilai adanya budaya manja di dalam tim.

"Tiga kali pertama saya berbicara dengan Casillas, sang kapten, hal pertama yang ia katakan kepada saya adalah, 'Saya ingin meminta lebih banyak liburan untuk para pemain tim nasional'. Kali kedua ia berbicara dengan saya, 'Saya ingin meminta Anda memajukan sesi latihan satu jam lebih lambat karena pada waktu yang Anda inginkan untuk latihan, lalu lintas di Madrid sangat padat'. Kali ketiga ia datang berbicara dengan saya, 'Kami tidak mau pergi ke hotel.

Kami lebih suka hanya berkumpul pada hari pertandingan dan langsung menuju stadion untuk bermain'. Dan dalam waktu singkat, saya menyadari mereka manja," kata pelatih Real Madrid Jose Mourinho.

Mourinho juga memberikan respons keras terkait kedekatan para pemainnya dengan penggawa Barcelona di tim nasional Spanyol.

"Ada hal-hal yang tidak saya terima dan tidak akan pernah saya terima, dan ketika seseorang tidak menghormati saya, itu masalah. Saya bilang, ini Barcelona, ini Real Madrid. Ketika kalian pergi ke tim nasional, kalian boleh mencium orang itu, tapi tidak sekarang. Ini perang," ujar Jose Mourinho.

Dokumenter tersebut turut membongkar fakta bahwa Mourinho sebenarnya telah menandatangani kesepakatan untuk menggantikan Sir Alex Ferguson di Manchester United pada 2013 sebelum akhirnya membatalkannya demi kembali ke Chelsea.

"Ketika saya meninggalkan Real Madrid, saya sudah menandatangani kontrak untuk pergi ke Manchester United menggantikan Sir Alex," tutur Jose Mourinho.

Mantan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson membenarkan proses negosiasi tersebut dan mengungkapkan momen saat Mourinho menghubungi dirinya untuk membatalkan kesepakatan.

"Sejauh yang saya tahu, dia sudah menerimanya. Lalu, dalam hitungan jam, semuanya berubah," kata mantan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson.

Ferguson mengonfirmasi alasan emosional di balik keputusan pelatih asal Portugal tersebut.

"Suatu malam, dia menelepon saya dan dia menangis dan berkata: 'Alex, saya tidak bisa menerimanya. Saya sudah memberikan janji saya kepada Chelsea dan saya tidak akan mengingkari janji saya.' Alasan yang dia berikan kepada saya bisa saya pahami, tetapi saya kecewa," tutur Sir Alex Ferguson.

Mourinho menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan keputusannya untuk kembali ke klub yang dicintainya.

"Satu hal adalah cinta untuk sepak bola, hal lainnya adalah cinta untuk sebuah klub tertentu. Menurut saya ini lebih kuat daripada cinta untuk sepak bola dan pada dasarnya, setelah Real Madrid, saya perlu merasa bahwa saya dicintai. Bagi saya, kehilangan kesempatan untuk menjadi pelatih penerus Sir Alex Ferguson sangatlah dramatis, tetapi saya tidak menyesalinya karena itu adalah keputusan yang saya buat dengan hati saya," ujar Jose Mourinho.

Selain perjalanan klub, dokumenter ini menyoroti filosofi keras Mourinho yang menolak konsep waktu istirahat atau sabbatical bagi pelatih, berbeda dengan langkah yang pernah diambil rivalnya, Pep Guardiola.

"Saya bahkan tidak bisa membayangkan kapan saya akan berhenti terlibat dalam sepak bola. Saya mengatakan 10 tahun lagi, tetapi mungkin lebih dari 10 tahun. Ini menyenangkan," kata Jose Mourinho.

Mourinho menambahkan alasannya untuk terus mengejar gelar di berbagai kompetisi dunia.

"Saya ingin memenangkan lebih banyak gelar. Saya ingin melakukannya di tempat-tempat yang belum pernah saya datangi dan di tempat-tempat yang sudah pernah saya menangkan," ujar Jose Mourinho.

Ia menggambarkan atmosfer pertandingan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupannya.

"Dunia saya adalah masuk ke stadion sepak bola dengan 50.000 atau 90.000 suporter. Saya pernah merasakan 100.000 suporter. Itulah dunia saya," tutur Jose Mourinho.

Mourinho menegaskan ketidakadaannya di lapangan bukan berarti bentuk obsesi semata.

"Tanpa sepak bola, saya merasa ada sesuatu yang hilang. Namun, saya tidak berpikir ini sebuah obsesi. Saya tidak merasa ini sebuah obsesi," ucap Jose Mourinho.

Ia menyebutkan bahwa bertahan di level teratas adalah dorongan alami bagi setiap profesional.

"Ketika Anda mencapai level tertentu, Anda hanya ingin berada di sana selamanya," kata Jose Mourinho.

Terkilah sindiran mengenai pelatih yang memilih mengambil masa rehat dari dunia sepak bola.

"Beberapa orang memang butuh istirahat. Bagi saya, istirahat itu merupakan sebuah tanda kelemahan, sesuatu yang saya benci. Saya benci kata itu. Jadi jangan bicara kepada saya tentang hal itu lagi," ujar Jose Mourinho.

Mourinho mengulangi penegasannya mengenai kebiasaan mengambil masa jeda tersebut.

"Beberapa orang membutuhkan sabbatical, sesuatu yang saya benci. Saya benci kata itu," kata Jose Mourinho.

Ia menutup pandangannya dengan prinsip kerja yang membedakan dirinya di dunia kepelatihan.

"Bagi saya, sabbatical berarti kelemahan. Jangan bicara kepada saya soal sabbatical. Saya tidak pernah membutuhkan istirahat. Saya akan beristirahat ketika saya meninggal," tutur Jose Mourinho.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed