NCAA Rilis Panduan Kelayakan Baru bagi Pemain Basket Internasional

Smallest Font
Largest Font

Asosiasi Atletik Perguruan Tinggi Nasional (NCAA) mendistribusikan panduan persyaratan kelayakan baru pada awal Mei 2026 yang memperketat aturan kompensasi dan keterlibatan tim profesional bagi atlet internasional sebelum mendaftar di universitas Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut berpotensi membatasi arus pemain profesional dari Eropa dan liga internasional lainnya untuk berkompetisi di ranah bola basket kampus, seperti dilansir dari Sports Illustrated.

Peraturan baru ini menetapkan bahwa calon atlet yang terikat kontrak, bertanding, atau menerima bayaran dari tim di liga dengan standar kompensasi minimum yang melebihi biaya hidup harian tidak akan dipulihkan status kelayakannya.

Dokumen NCAA menyebutkan beberapa kompetisi seperti MLB, NBA, NFL, Premier League, dan WNBA sebagai contoh, namun liga basket global lainnya juga dapat memenuhi kriteria pelarangan tersebut.

Pihak NCAA menyatakan bahwa pembaruan regulasi ini bertujuan untuk memodernisasi aturan agar olahraga kampus tetap dimainkan oleh atlet amatir dan bukan menjadi pilihan cadangan bagi para profesional.

"Actual and necessary expenses continue to be a factor in a prospect’s eligibility, but as part of that broader effort to update preenrollment rules, the NCAA also identified several international leagues in which participation by a prospect is likely to result in violations of NCAA rules and a loss of eligibility," ujar juru bicara NCAA dalam sebuah pernyataan kepada Sports Illustrated.

NCAA juga sedang mempertimbangkan model kelayakan berbasis usia untuk mengatasi kekhawatiran dari berbagai sekolah anggota mengenai status para pemain.

"The Association is modernizing the rule book in several ways to ensure college sports are played by college athletes and not used as a fallback for professional athletes, and the age-based eligibility model now under consideration is designed to address many member schools’ concerns regarding eligibility," kata juru bicara NCAA.

EuroLeague memiliki perjanjian kerja bersama dengan remunerasi minimum sebesar 50.000 euro net untuk pemain tahun pertama, yang dipastikan melampaui ambang batas finansial NCAA.

Sejumlah pemain aktif EuroLeague seperti Quinn Ellis (St. John's), Saliou Niang (LSU), Marcio Santos (LSU), dan Mantas Rubstavicius (Auburn) telah berkomitmen untuk musim 2026-2027 dengan nilai kesepakatan NIL dan pembagian pendapatan mencapai tujuh angka.

Langkah rekrutmen tersebut dipicu oleh kelayakan yang sempat diberikan musim lalu kepada talenta muda seperti Dame Sarr (Duke), Ivan Kharchenkov (Arizona), Elias Rapieque (Kansas State), James Nnaji (Baylor), serta Thijs De Ridder yang bermain di liga Spanyol ACB.

Namun, aturan baru ini membuat investasi besar dari program-program kampus tersebut berada dalam ketidakpastian.

"Why would you do this midstream when there’s a hundred million dollars out on the street?" kata salah satu kepala pelatih yang merekrut pemain internasional musim semi ini.

Bagi pemain dari liga kecil yang berpenghasilan di atas biaya wajib, proses evaluasi kelayakan akan dilakukan secara kasus per kasus oleh NCAA berdasarkan durasi penerimaan gaji, kualitas liga, dan faktor lainnya.

"In part, the guidelines state that prospective student-athletes who 'entered an agreement with, competed on or received compensation from a team that participates in a league with minimum compensation that exceeds actual and necessary expenses' will not have their college eligibility reinstated," tulis Kevin Sweeney dalam laporannya untuk Sports Illustrated.

Aturan ini berdampak langsung pada beberapa tim, termasuk Michigan Wolverines yang terancam tidak bisa memainkan rekrutan asal Denmark, Marcus Moller, yang sebelumnya bermain untuk Unicaja Malaga di Eropa.

Padahal, Michigan sebelumnya sukses memanfaatkan talenta Spanyol, Aday Mara, yang kini diproyeksikan masuk putaran pertama NBA Draft 2026 setelah membawa tim memenangkan kejuaraan nasional.

Di North Carolina, kepala pelatih Michael Malone juga menghadapi situasi serupa setelah merekrut center setinggi tujuh kaki asal Mali, Sayon Keita, dari FC Barcelona untuk menggantikan Henri Veesaar yang menetap di NBA Draft.

Jika Keita dan target transfer lainnya seperti Alexandros Samodurov dinyatakan tidak memenuhi syarat, North Carolina harus mengandalkan transfer Northwestern, Cade Bennerman, serta forward Jarin Stevenson untuk mengisi lini depan mereka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed