Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp18039 per Dolar AS Siang Ini

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan besar hingga menembus level psikologis baru pada perdagangan pasar spot hari Kamis (4/6/2026) siang. Mata uang garuda tercatat melemah sebesar 72 poin atau siktar 0,40 persen ke level Rp18.039 per dolar AS pada pukul 12.25 WIB.

Pelemahan ini mel anyapkan penguatan tipis yang terjadi pada pembukaan perdagangan pagi hari yang sama. Pada Kamis (4/6/2026) pukul 09.05 WIB, rupiah sebenarnya dibuka melemah 37 poin atau 0,21 persen di level Rp18.003 per dolar AS, sebelum akhirnya terus merosot sepanjang siang hari.

Kondisi ini memperpanjang tren negatif dari hari sebelumnya, di mana pada Rabu (3/6/2026) rupiah sudah ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS. Secara akumulatif, performa nilai tukar rupiah secara year-to-date (YTD) telah mencatatkan pelemahan sebesar -7,44 persen.

Ekonom Bahas Soal Penyebab Rupiah Tembus 18.000 Per Dollar AS | Tribun Banten

Faktor Utama Penyebab Rupiah Anjlok ke 18000

Tekanan berat yang membuat rupiah jatuh hari ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan kebutuhan korporasi domestik yang meningkat tajam. Gejolak geopolitik global menjadi motor utama di balik pergerakan negatif mata uang di pasar negara berkembang.

Dampak Geopolitik Timur Tengah ke Rupiah

Konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah telah berujung pada penutupan akses Selat Hormuz. Jalur maritim krusial ini menyebabkan gangguan pasokan logistik dunia dan memicu lonjakan harga minyak mentah global, baik jenis Brent maupun WTI, hingga mencapai 20 persen.

Tingginya Kebutuhan Dolar Domestik untuk Impor Minyak

Kenaikan harga minyak dunia ini langsung berdampak pada neraca perdagangan dan permintaan valuta asing di dalam negeri. Indonesia membutuhkan pasokan dolar AS dalam jumlah besar untuk mendanai pembelian impor minyak mentah sebesar 1,5 juta barrel, di mana 85 persen dari total tersebut merupakan komoditas yang disubsidi oleh pemerintah.

Menariknya, kejatuhan rupiah ini terjadi di saat indeks dolar AS sebenarnya sedang mengalami sedikit pelemahan di pasar global. Hal ini mengonfirmasi bahwa tekanan lokal akibat beban impor energi menjadi faktor yang sangat dominan.

Pada pukul 09.05 WIB, indeks dolar AS tercatat melemah 0,08 persen ke level 99.445, dan posisinya berada di level 99.458 atau melemah 0,07 persen pada pukul 12.25 WIB. Situasi pergerakan nilai tukar rupiah dari jam ke jam pada hari ini dapat dilihat pada data berikut.

Data Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Kamis, 4 Juni 2026
Waktu (WIB)Kurs Rupiah per Dolar ASPerubahan (%)Indeks Dolar AS
09.05Rp18.003-0,21%99.445
09.37Rp18.025
10.12Rp18.019
11.53Rp18.044-0,43%
12.25Rp18.039-0,40%99.458

Langkah Antisipasi dan Mitigasi Moneter

Guna meredam volatilitas yang terlalu tinggi, Bank Indonesia intervensi rupiah melalui mekanisme di pasar valuta asing. Otoritas moneter mengoptimalkan seluruh instrumen yang tersedia untuk menjaga stabilitas perekonomian domestik di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan skema perdagangan alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap mata uang beralihnya likuiditas ke dolar AS. Salah satu instrumen yang diandalkan adalah transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

Berdasarkan data kuartal kedua, realisasi pemanfaatan sistem pengaman perdagangan ini menunjukkan perkembangan sebagai berikut:

  • Volume transaksi LCT pada bulan April 2026 tercatat mencapai sekitar US$ 22,7 miliar.
  • Total akumulasi transaksi LCT sepanjang tahun 2026 berjalan telah menyentuh angka US$ 25,7 miliar.
  • Cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 masih terjaga kuat di angka US$ 146,2 miilar untuk mendukung langkah intervensi pasar.
Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga serta kebijakan resmi dari pemerintah.

Hingga siang hari ini, dinamika di pasar spot exchange masih terus bergerak dinamis dengan volume transaksi yang cukup tinggi. Pelaku pasar dan pelaku industri terus memantau pergerakan kebijakan moneter lanjutan yang akan diambil oleh Bank Indonesia guna mengantisipasi pembengkakan biaya impor energi pada bulan Juni 2026 ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed