Novak Djokovic Tersingkir dari Cincinnati Open Usai Kalah Tiga Set
Petenis asal Serbia Novak Djokovic secara mengejutkan tersingkir dari turnamen Cincinnati Open pada Sabtu (15/8/2026) setelah menelan kekalahan 2-6, 6-4, 6-4 dari wakil Argentina Thiago Agustin Tirante di babak 64 besar. Hasil tersebut menjadi kemenangan terbesar sepanjang karier Tirante yang berperingkat 50 dunia, sekaligus membalas kekalahan di set pembuka setelah berjuang selama dua jam 44 menit di tengah kondisi cuaca panas dan lembap. Djokovic yang tampil untuk pertama kali sejak kekalahannya di semifinal Wimbledon dari Jannik Sinner, sempat memenangi set pertama dengan relatif mudah sebelum staminanya menurun drastis akibat masalah kebugaran.
Pada awal set kedua, kelembapan udara yang menyengat mulai mengganggu fisik Djokovic hingga pemilik 24 gelar Grand Slam itu sempat berlutut di lapangan dalam gim ketiga yang berlangsung selama 18 menit dengan catatan sembilan kali deuce.
Petenis berusia 39 tahun itu sempat menerima perawatan medis untuk membantu mendinginkan suhu tubuhnya dan mengganti pakaian sebelum memulai set penentuan, tetapi beberapa kesalahan sendiri di gim kesembilan set ketiga membuat Tirante berhasil mengamankan poin krusial. Kemenangan atas mantan petenis nomor satu dunia tersebut sekaligus memperbaiki rekor pertandigan Tirante melawan petenis peringkat 10 besar menjadi 4-1 sepanjang musim 2026.
Atas hasil positif ini, Tirante melangkah ke babak ketiga Cincinnati Open untuk menghadapi petenis Spanyol Martin Landaluce yang sebelumnya mengalahkan unggulan ke-31 Matteo Arnaldi dengan skor 6-4, 4-6, 6-4. Petenis Argentina berusia 25 tahun tersebut mengungkapkan rasa leganya setelah berhasil mengatasi tekanan mental selama pertandingan berlangsung.
"Saya pikir ini adalah kemenangan terbaik dalam karier saya," kata Tirante, dilansir dari beIN SPORTS. Ia menambahkan bahwa kunci kemenangannya adalah menjaga kepercayaan diri meski sempat kesulitan memanfaatkan peluang break point. "Saya pikir saya melakukan pekerjaan yang sangat baik di dalam lapangan.
Saya mengelola dengan sangat baik rasa gugup bermain melawan seorang legenda seperti Novak. Sekarang saya merasa lega, karena begitu besar tekanannya ketika Anda tidak bisa melakukan break. Saya memiliki begitu banyak poin untuk melakukan break dan saya tidak bisa, jadi itulah kuncinya, untuk tetap percaya pada diri sendiri bersama tim saya dan memikirkannya setelah pertandingan," kata Tirante.
Petenis berperingkat 50 dunia itu juga mempersembahkan hasil manis ini untuk keluarga serta rekannya yang memberikan dukungan dari jauh.
"Memikirkan keluarga dan teman-teman saya yang ada di Argentina menonton saya, mereka sangat senang menonton saya di TV," ujar Tirante. Ia menegaskan keberadaan orang-orang terdekatnya memberikan dorongan semangat tambahan saat bertanding di lapangan. "Mereka ada di Argentina, tapi mereka juga ada di kepala saya," kata Tirante.
Tirante kembali menegaskan kedekatan emosional dengan pendukungnya saat diwawancarai terpisah oleh Reuters.
"Saya memikirkan keluarga dan teman-teman saya yang sedang berada di Argentina saat ini," kata Tirante, dilansir dari Reuters. Ia merasa dukungan dari kampung halamannya tetap terasa nyata di dalam hatinya.
"Mereka berada di Argentina, tetapi mereka juga ada di hati saya," ujar Tirante. Sementara itu, Djokovic mengonfirmasi bahwa kendala fisik yang dialaminya di lapangan berkaitan dengan gangguan kesehatan yang sudah dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.
"Itu tentu saja bukan pertandingan yang menyenangkan bagi saya. Dari cara yang saya rasakan. Bukan yang pertama dan saya kira bukan yang terakhir kali, tapi begitulah adanya," kata Djokovic.
Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrim dan tekanan pertandingan memperburuk masalah kesehatan yang dihadapinya. "Ini hanyalah kondisi yang saya miliki, dari segi kesehatan, yang telah mengganggu saya selama beberapa tahun terakhir. [Ini menyebabkan] banyak masalah, terutama saat cuaca lembap dan panas," ujar Djokovic.
Pemegang tiga gelar juara di Lindner Family Tennis Center tersebut mengaku telah memprediksi cuaca panas, namun tidak mampu membendung dampaknya di lapangan.
"Saya memang mengantisipasinya [akan lembap], tetapi ada semua hal ini, seperti rasa gugup dan segalanya yang terlibat yang membuatnya menjadi lebih buruk, dan itulah yang terjadi," kata Djokovic. Kekalahan ini juga membuat Djokovic ragu apakah dirinya bakal kembali bertanding di turnamen Cincinnati Open pada musim mendatang. "Saya tentu berharap demikian, tapi sayangnya tampaknya kemungkinan besar tidak," ujar Djokovic.
Petenis veteran Serbia itu kini mengalihkan fokus untuk memulihkan kondisi fisik menjelang bergulirnya turnamen US Open.
"Tapi mari kita lihat apa yang dibawakan oleh masa depan," kata Djokovic.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow